EkbisHeadlineLombok Tengah

Tak Melulu Ditempati Ibadah, Masjid Juga Pusat Pemberdayaan Ekonomi Ummat

PRAYA, QOLAMA.COM | Selain sebagai pusat peribadatan, masjid juga semestinya lebih jauh difungsikan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pendidikan ummat.

Hal ini disampaikan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Baiq Mulianah saat membuka pelatihan takmir masjid untuk memberantas rentenir berbasis masjid yang diadakan oleh MES Lombok Tengah di Praya, Jumat, (2/10/2020).

“MES NTB ingin memberikan pengetahuan kepada para takmir masjid agar fungsi masjid yang selama ini hanya digunaka untuk beribadah, juga bisa sebagai medium pemberdayaan ekonomi berlandaskan akad-akad syariah.” Ungkapnya.

Baiq Mul yang juga menjabat Rektor UNU NTB ini menambahkan, Program ini oleh MES dinamakan Program Mawar Emas dengan lokus gerakan masjid untuk pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar MES NTB untuk ikut mensukseskan program Mawar Emas yang dicanangkan Pemerintah Propinsi dibawah kepemimpinan Dr. Zulkiflimansyah” Tandasnya.

Sementara itu, Ketua MES Kabupaten Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah menyatak, MES Lombok Tengah sangat prihatin dengan banyaknya rentenir-rentenir yang berkeliaran ditengah masyarakat berkedok lembaga keuangan ilegal yang justru menambah masalah bagi solusi keuangan masyarakat.

Mantan Sekda Loteng ini, untuk melawan hal itu, maka keberadaan Masjid bisa dimaksimalkan dengan takmir masjid sebagai penggerak utama.

“Tujuan kita, selain melawan Rentenir juga tentu saja memakmurkan masjid” Ungkapnya.

Nursiah menambahkan, untuk mensukseskan program ini, MES NTB dan MES Lombok Tengah juga bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah dan PMN dalam merancang program pembiayaan yang ideal dan profesional berbasis syariah dan Masjid.

“Kami percaya, kebangkitan Kabupaten Lombok Tengah harus dimulai dari masjid. Gerakan memakmurkan masjid ini insya allah akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat”, Ungkapnya.

Dalam program ini, Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya. Adapun pusT gerakannya adalab Masjid dan di koordinir oleh Ta’mir masing-masing masjid.

“Nantinya Bank NTB Syariah menyiapkan dana satu juta perorang. Setiap orang yang meminjam dana harus berkelompok, setiap kelompok terdiri dari 20 orang. Sementara PNM akan memberi pinajaman masing-masing 2 juta per orang dengan sistem yang sama.” Jelas Nursiah.

Pelatihan ini diikuti 20 orang takmir masjid perwakilan 12 Kecamatan Se- Kabupaten Lombok Tengah.[]

Adsvertise
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button