HeadlineLombok TengahSosial

Warga Pandan Indah Geruduk Desa, Anggap Kades Basa-Basi Soal BLT Covid

PRAYA, QOLAMA.COM | Ratusan Masyarakat yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Desa Pandan Indah Terdampak Covid-19 Selasa (26/5/2020) siang menggeruduk kantor desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya. Warga mempertanyakan Proses pendataan dan pertanggungjawaban pemdes terkait Anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diambil dari Dana Desa (DD) tersebut.

Dihadapan Warga yang disaksikan oleh Camat Praya Barat Daya, Babinsa dan Aparat Polsek Prabarda, Kepala Desa Pandan Indah Anhar Kepada Warga menjelaskan, Anggaran Dana Desa (ADD) Pandan Indah  Tahun 2020 berjumlah 1.678.555.000 dan yang telah terpakai sebesar 40% dengan rincian tahap untuk sub bagian pendidikan 15 Juta, dan untuk sub bidang pekerjaan umum dan tata ruang sebesar 85 juta.

Selain itu, secara rinci Kepala Desa Anhar menjelaskan untuk sub bidang rabat jalan 100 m di Dusun Dangah menghabiskan 43.697.500, rabat jalan 85 m Dusun Kelambi 1A 30.500.000, rabat jalan 70 m Dusun Kelambi 1B 31.555.000, rabat jalan 100 m Dusun Kelambi II 35.355.000, rabat jalam 115 M Dusun Sukalalem A 50.105.000, tabat jalan 50 M Dusun Dukalalem B 22.892.500, perkerasan jalan (sirtu) Dusun Dangah 200 M 22.395.000″ Jelasnya.

Adapun untuk pembangunan sumur bor di Dusun Panggongan, Anhar menjelaskan menghabiskan dana sebesar 78.172.000, pembangunan sumur bor Dusun Nolor Gejek 77.803.000, pembangunan sumur bor Dusun Dangah 72.817.000, pembangunan sumur bor Dusun Nangker 21.216.000.

“Untuk sub bidang perhubungan komunikasi dan informatika 8.500.000, sub bidang kebudayaan dan keagamaan 55.000.000, P3K 3.294.800 sehingga total keseluruhannya adalah 671.422.000.” Ungkapnya.

Bantuan BLT Covid-19 lanjut Anhar dialokasikan melalui ADD tahap dua dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 263 Kepala Keluarga se Desa Pandan Indah dan akan disalurkan selama tiga bulan dengan total penyaluran keseluruhan sebesar Rp 710.100.000.

“Insya Allah empat hari kedepan akan dibagikan langsung oleh Satgas Covid-19 kepada masyarakat Desa Pandan Indah yang terdata di BLT DD Covid 19 Desa,”  Jelasnya

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Desa pandan Indah M. Sidik kepada warga menjelaskan, dalam proses pendataan warga, Pemdes turun langsung bersama satgas dan melibatkan Babinkamtibmas, Babinsa dan BPD dan hasilnya data penerima tersebut nantinya akan ditempel di kantor Desa supaya masyarakat mengetahuinya dan melalukan koreksi apabila ada kekeliruan.

“Kami akan tempel di Kantor Desa, dan kami memberikan ruang diskusi dan bermusyawarah” Tambahnya.

Banner IDwebhost

Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Desa Pandan Indah Baharudin alias Burex mengatakan, yang di sampaikan Kepala Desa dan Sekdes terkait BLT Covid ini hanya basa basi belaka. Dikatakannya, Pemdes memang telah melakukan pendataan, tetapi banyak data dianggapnya bermasalah.

“Mereka ini melakukan pendataan tetapi mengapa ratusan warga terampak Covid-19 justru tidak terdata, kami curiga ini ada apa-apanya”. Tandas Burex. Karena banyaknya warga yang tidak terdata tersebut, Burex meminta agar pemerintah desa dengan tegas bisa mengalokasikan semua sisa DD yang ada untuk warga yang terdata sebagai penerima BLT Covid-19.

Burex menegaskan arahan Camat Praya Barat Daya yang meminta agar warga yang belum mendapat bantuan sama sekali harus ter-cover oleh bantuan  dari DD ini.

“Bahkan pak Camat bilang, jika ada warga yang terindikasi mendapatkan bantuan ganda maka ia tidak boleh menerima bantuan lagi” Tambahnya

Bahkan kata Burex, hal yang sama juga didukung Kapolsek Prabarda yang juga ikut dalam pertemuan tersebut. Maka agar masyarakat tidak bergejolak kepala desa harus membuat masyarakat aman dan Pemdes wajib bekerja dengan teliti.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button