HeadlineHukum dan KriminalLombok BaratSosial
Trending

Kadus Karang Bedil Dipolisikan, Ini Tanggapan Kades Kediri Lobar

“Saya pribadi sangat senang dikritik, tapi kritik yang membangun dan diselesaikan dengan dialog. Saya yakin niat saudara Sahib baik untuk ikut membangun desa, tapi mungkin caranya yang kurang pas”

Kepala Desa Kediri, Fadholi Ibrohim

LOBAR, QOLAMA.COM | Dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang Kadus Karang Bedil Utara Desa Kediri berinisial MN akhirnya dilaporkan ke Polres Lombok Barat pada Jum’at, (15/5/2020).

Korban penganiayaan, Ahmad Sahib melapor ke Polres Lombok Barat sekitar pukul 14.00 wita didampingi Ketua DPW Perkumpulan Media Online Indonesia Provinsi NTB (DPW MOI NTB), Ketua DPC MOI Lombok Barat beserta empat orang Pengacara antara lain Fuad, SH, Nur Rahman Luki Wibowo, SH, Muhanan, SH dan Dhidit Setiawan, SH., Jum’at (15/5/2020).

“Kita berharap pihak Kepolisian, segera menindaklanjuti laporan dan menangkap pelaku. Tindakan pelaku sudah diluar batas, jadi tidak ada alasan pelaku tidak di tangkap. Tim Lawyer juga sedang mempelajari adanya tindakan melanggar UU ITE yang di lakukan oleh pelaku. Kalau ada di temukan maka akan kami laporkan ke Polda NTB”, tegasnya.

BACA BERITA TERKAIT : Tulis Papuk Kalsum, Seorang Wartawan dan Pegiat Sosial Digebuk Oknum Kadus

Salah seorang pengacara korban Dhidit Setiawan, SH, menjelaskan, dalam berita acara pemeriksaan korban menjelaskan, dirinya awalnya dihubungi pelaku dan diajak bertemu. Tak lama kemudian, pelaku menghampiri korban yang saat itu sedang berbuka puasa bersama di rumah tetangga korban bernama Afis.

“Pelaku menanyakan dimana pelaku dan juga perihal tulisan tentang Papuk Kalsum yang ditulis korban, tak berselang lama lama pelaku lalu mendorong korban dan terjadilah pemukulan kepada korban sebanyak empat kali” Ungkapnya.

Menanggapi Pelaporan tersebut, Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus Satrio Wibowo,SIK mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan dan akan segera memulai proses penyelidikan dan penyidikan.

“Kami berharap kepada semua pihak yang terkait kasus ini agar mendukung proses yang dilakukan penyidik Polres Lobar sehingga penanganannya berjalan lancar”, pintanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Kediri, Fahdoli Ibrohim menyayangkan pelaporan yang dilakukan Korban Ahmad Sahib sebagai dugaan penganiaayan kepada wartawan. Sebab menurutnya, kasus tersebut tidak murni disebabkan tulisan soal Papuk Kalsum saja melainkan banyak rentetan lain yang juga perlu ditelusuri kepolisian.

“Yang ditulis saudara Sahib itu opini yang dilakukan tanpa konfirmasi terlebih dahulu ke pemerintah desa atau kekadusan terkait. Padahal, pemerintah desa sesungguhnya telah memfasilitasi Papuk Kalsum sejak lama. Pernah mau dibuatkan rumah layak huni tidak mau, di pasangkan kilometer tidak mau dan PDAM tidak mau dengan alasan yang tidak kami ketahui” Ungkapnya.

Bahkan kata Kades Fadholi, Papuk Kalsum juga sering diberikan santunan Sembako dari berbagai fihak.

“Kalo untuk bantuan sembako sudah sering, bulan puasa ini saja sudah 5 kali bantuan untuk Papuk Kalsum ini. Dari Sekda Lombok Barat, Dari Anggota DPRD bahkan dari Ketua MUI Lombok Barat. Karena kebetulan Papuk Kalsum ini satu dusun dengan pak Sekda, dengan ketua MUI dan dengan anggota Dewan” Terangnya.

Namun begitu, Kades Kediri ini tetap menyayangkan insiden kekerasan yang terjadi. Hal tersebut dikatakannya lebih diakibatkan emosi sesaat masing-masing fihak yang sebetulnya jika dihadapi dengan kepala dingin masih bisa didiskusikan, duduk bersama membicarakan secara baik-baik persoalan tersebut.

“Kami tidak membela perangkat desa kami, jika ia terbukti bersalah silakan dihukum. Tapi menyatakan kasus ini sebagai penganiayaan wartawan, saya kira kurang tepat, karena tulisan itu hanya opini seseorang tanpa konfirmasi, penulis juga menyebut dirinya pemerhati sosial yang artinya bukan tulisan berita yang memenuhi unsur jurnalistik” Ungkapnya.

Karena itu ia berharap kepada semua warga masyarakat khususnya masyarakat Desa Kediri agar tidak segan untuk bertanya atau mengkonfirmasi setiap informasi apapun terkait desa sebelum kemudian menuliskannya di media online atau di medsos.

“Saya pribadi sangat senang dikritik, tapi kritik yang membangun dan diselesaikan dengan dialog. Saya yakin niat saudara Sahib baik untuk ikut membangun desa, tapi mungkin caranya yang kurang pas” Pungkasnya. []

Penulis : Redaksi

Komentar

  1. Nggak usah samar samar pak kades, pastikan dukungannya. Perkuat dalil, saksi dan buktinya.

  2. Menurut sy, setiap desa harus membuat sarana dialog dengan warga masyarakatnya. Sebab banyak sekali warga masyarakat yg ingin menuangkan ide dan gagasan beserta kritik namun tidak tau bagaimana caranya. Ada juga yg takut bicara karna takut dikucilkan dll. Disini tempat pran kades harus bijak, transparan dlam pengelolaan ADD. Trimakasih

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: