EkbisFeaturesHeadlineLombok TengahPariwisata

Putra NTB, Aktifis PMII Sabolah Al Kalamby Ditunjuk Jadi Komisaris MGPA

Putra daerah Nusa Tenggara Barat, Dr. Sabolah Al Kalamby, ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perusahaan pengelola Pertamina Mandalika International Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah.

Penunjukan Sabolah masuk dalam agenda restrukturisasi jajaran direksi dan komisaris MGPA. Restrukturisasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sport tourism dan penyelenggaraan berbagai event internasional di Mandalika. Dalam susunan baru MGPA, posisi Direktur Utama diisi Ananda Mikola, sementara jajaran komisaris terdiri dari Marrel sebagai Komisaris Utama, serta Ara dan Sabolah sebagai komisaris.  

Sabolah dikenal sebagai aktivis asal NTB yang lama berkecimpung dalam dunia organisasi dan gerakan sosial. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PB PMII. Selain itu, Sabolah juga aktif di organisasi kepemudaan dan sosial, serta saat ini disebut menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal GP Ansor dan Koordinator Wilayah Bali-Nusa Tenggara Karang Taruna.  

Masuknya Sabolah ke jajaran komisaris MGPA dinilai membawa harapan baru bagi penguatan kolaborasi antara MGPA, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, dan masyarakat lokal NTB.

Sabolah menyampaikan rasa syukur atas amanah tersebut. Ia menyebut penunjukan itu sebagai tugas pengabdian untuk berkontribusi bagi negara, sekaligus ikut memperkuat posisi Mandalika sebagai salah satu ikon NTB dan Indonesia di mata dunia.

Menurut Sabolah, Mandalika saat ini bukan hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP, tetapi telah berkembang menjadi kawasan strategis untuk berbagai kegiatan berskala lokal, nasional, hingga internasional. Karena itu, penguatan agenda event di Mandalika perlu terus dilakukan agar memberi dampak lebih besar bagi daerah.

Ia menilai, keberadaan Sirkuit Mandalika harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat NTB, terutama masyarakat sekitar kawasan. Dampak tersebut tidak hanya dilihat dari suksesnya penyelenggaraan event internasional, tetapi juga dari terbukanya ruang ekonomi bagi UMKM, tenaga kerja lokal, komunitas kreatif, serta putra-putri daerah yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Sabolah juga menegaskan pentingnya sinergi antara MGPA, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, dan seluruh elemen daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengembangan Mandalika berjalan searah dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan daerah.

Dalam beberapa penyelenggaraan event internasional sebelumnya, keterlibatan sumber daya lokal sudah mulai terlihat, salah satunya melalui marshal dan tenaga pendukung kegiatan. Ke depan, keterlibatan masyarakat lokal diharapkan dapat diperluas ke sektor-sektor lain yang berkaitan langsung dengan ekonomi daerah.

Masuknya Sabolah ke jajaran komisaris MGPA menjadi bagian dari keterlibatan putra daerah dalam pengelolaan salah satu ikon strategis NTB. Mandalika selama ini diproyeksikan tidak hanya sebagai kawasan pariwisata, tetapi juga sebagai pusat sport tourism yang membawa nama Indonesia di kancah internasional.

Restrukturisasi manajemen MGPA diharapkan mampu memperkuat tata kelola, memperluas jejaring event, serta mendorong agar penyelenggaraan kegiatan di Mandalika memberikan nilai tambah bagi negara, daerah, dan masyarakat setempat.


Adsvertise
Selengkapnya
Back to top button