HeadlineKesehatan

Klaster Lokal dan Penyakit Bawaan Dominasi Penyebaran Covid-19 di NTB.

MATARAM – QOLAMA.COM | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Gita Ariadi mengatakan penularan Covid 19 di NTB, masih banyak didominasi klaster lokal dan tingginya jumlah kelompok rentan dengan penyakit bawaan (comorbid).

“Penularan Covid-19 di NTB, sebagian besar masih didominasi Klaster lokal dan penyakit bawaan” kata Gita dalam rapat evaluasi penanganan Covid 19 di Mataram, Senin 21 September 2020.

Menurutnya, mayoritas masyarakat yang terpapar karena terlambat memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat. Untuk itu, pelacakan secara masif menjadi senjata utama jika ingin cepat keluar dari pandemi Covid-19.

Semua orang harus sadar untuk mau di rapid atau di swab test. Masih tingginya jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) dari kluster lokal juga dibarengi dengan penolakan rapid test maupun swab test. Faktor lain adalah ketidakdisiplinan terduga Covid 19 yang melakukan isolasi mandiri.

“Pola pelacakan melalui screening dan tracing lebih banyak dilakukan di rumah sakit rujukan maupun rumah sakit darurat”

Dikatakan meski saat ini, kemampuan test sudah pula dilakukan sampai di tingkat Puskesmas. Namun demikian, angka kematian Covid 19 didominasi kelompok rentan, yakni lansia dengan comorbid maupun tidak, ibu hamil dan anak, balita lebih banyak datang ke rumah sakit dalam kondisi parah.

Untuk itu, penjaringan (screening) lebih awal di masyarakat menentukan seberapa maksimal penanganan, perawatan bahkan pencegahan yang dapat dilakukan dalam penanggulangan pandemi Covid 19.

Sekda juga menegaskan bahwa Satgas Covid 19 propinsi akan serius memperhatikan agenda Pilkada penetapan calon yang akan berlangsung Rabu (24/09), dengan menyiapkan Satgas Covid 19 di tingkat RT sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, sampai dengan minggu ketiga September, kasus positif keseluruhan di NTB berjumlah 3.123 orang dengan rincian, 2.444 orang sembuh (78,5 persen), kematian 185 orang (5,9 persen).

“Merujuk pada data nasional, penularan Covid-19 di NTB termasuk tinggi secara nasional dalam angka kematian dan attack rate. Dari 70 klaster penularan di NTB, Sembilan terbesar penularan melalui transmisi lokal sejumlah 2.143 kasus, tenaga Kesehatan 460 kasus, Gowa 265 kasus” katanya.

Lainnya ada klaster perjalanan luar provinsi, pondok pesantren, diklat (ASN/ POlri), Lapas, Pasar dan Perkantoran sebanyak 123 kasus serta kasus tanpa klaster sebanyak 1.939 kasus.

Dari 780 anak yang dirawat sebagai kelompok beresiko tinggi, 290 positif dan lima orang meninggal. Ibu hamil yang reaktif sebanyak 468 orang dengan 67 kasus positif dan tiga orang meninggal sedangkan comorbid lansia seluruhnya berjumlah 23.000 orang.

“Pola screening sudah berbasis Puskesmas dan by name by address. Pemahaman konsekuensi screening di Puskesmas ini yang harus Kembali diberikan agar orang mau di tes.

Ditambahkan, cara menekan angka kematian seperti disebut Gubernur adalah dengan menemukan pasien lebih awal agar penanganannya maksimal jika kemudian dari tes swab yang comorbid ini juga positif Covid 19.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button