HeadlineKesehatan

Masyarakat Diminta Tidak Panik Ketika Ada Warga Positif Covid 19.

MATARAM – QOLAMA.COM | Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat diminta tidak perlu panik, ketika ada warga lain yang positif terinfeksi Coronavirus Disearse (Covid 19), tapi yang penting dilakukan adalah bagaimana cara menghindar, agar tidak tertular.

“Kalau misalkan ada diantara warga yang positif Covid 19 di lingkungan kita, jangan panik, tapi segera pikirkan bagaimana caranya agar terhindar dari potensi penularan” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas penanganan Covid 19, Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi.

Menerapkan langkah pencegahan penularan secara disiplin, tetap rajin mencuci tangan memakai sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak komunikasi sosial sejauh 1 -2 meter.

Ketika bersin dan batuk menutupnya memakai siku tangan bagian dalam, selalu pakai masker apabila di tempat umum. Masyarakat bisa memakai masker kain jika berada di tempat umum atau bepergian.

“Saat ini sebaiknya ada di rumah, itu yang sangat penting. Lalu waspadai juga jika merasakan gejala Covid-19 segera cari fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Gita juga meminta agar setiap individu cermat saat merasakan gejala yang menyerupai kondisi tertular Covid-19. Hal ini penting dipahami masyarakat supaya tidak salah dalam mencari fasilitas kesehatan, sehingga gejala yang dialami mendapat penanganan yang tepat.

Untuk penyakit Covid-19, semua sudah tahu pasti gejalanya demam, batuk, sakit tenggorokan dan mungkin yang agak berat akan timbul sesak nafas. Apabila setelah diperiksa dinyatakan positif tertular Covid-19, maka individu harus mendapatkan pengobatan.

Faskes berupa RS rujukan siap melakukan penanganan pasien positif Covid-19 dengan kondisi sedang atau berat. NTB kini telah ada empat rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan Covid-19, anatara lain, RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, RSUD dr Raden Soedjono Selong Lombok Timur dan RSUD NTB Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa.

“Untuk pasien positif Covid-19 yang tidak merasakan gejala atau merasakan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah” katanya.

Dalam penerapan di lapangan, Gita menambahkan, empat RSUD rujukan yang sudah ditetapkan juga ditopang oleh RSUD Kota Mataram yang juga telah ditetapkan pula untuk merawat para pasien positif dengan gejala ringan, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang memerlukan perawatan.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button