HeadlineTokoh

Nasyada Jadi Dokter, Sirajul Huda Ajak Ribuan Alumni Kembali Terhubung dengan Almamater

LOMBOK TENGAH, QOLAMA — Kabar Nasyada Fadhila Rahmadini kini menyandang gelar dokter ikut sampai ke Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Sirajul Huda, capaian salah seorang alumninya itu bukan hanya kabar membanggakan, tetapi juga menjadi pengingat tentang ribuan alumni yang kini telah menempuh jalan pengabdian masing-masing.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, Ahmad Jumaili, mengatakan keberhasilan Nasyada menambah panjang jejak alumni Sirajul Huda yang berkiprah di tengah masyarakat.

Dari lembaga pendidikan yang dirintis sejak 1972 itu, para alumni kini tersebar dalam beragam profesi. Ada yang menjadi dokter, guru, kepala desa, pengusaha, hingga bekerja dan mengabdi dalam berbagai bidang lainnya.

“Alumni Sirajul Huda diharapkan tidak melupakan almamater tempatnya pernah menuntut ilmu, menjaga nama baik yayasan, keluarga dan masyarakat,” kata Ahmad Jumaili, Minggu (9/8/2026).

Menurut dia, keberhasilan para alumni merupakan kebanggaan bagi lembaga dan para guru yang pernah membersamai mereka. Namun, hubungan dengan pesantren diharapkan tidak selesai ketika seorang siswa menamatkan pendidikan dan meninggalkan ruang kelas.

Sirajul Huda, kata Ahmad, ingin ikatan antara alumni, guru dan almamater tetap terpelihara. Terlebih, perjalanan yayasan yang telah berlangsung lebih dari lima dekade membuat alumni Sirajul Huda kini tersebar lintas generasi.

Ia menggunakan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan hubungan tersebut. Nama “Sirajul Huda” yang berarti pelita petunjuk, menurutnya, seharusnya ikut hidup dalam perjalanan para alumninya.

“Kalian itu adalah siroj, lampu-lampu Sirajul Huda yang memberikan cahayanya kepada umat,” ujarnya.

Lampu, lanjut Ahmad, dapat menyala terang selama sambungannya dengan sumber energi tetap terjaga. Karena itu, ia mengibaratkan Sirajul Huda beserta keluarga besarnya sebagai sumber yang menghubungkan para alumni dari generasi ke generasi.

“Jaga sambungan kabelnya agar tetap nyambung, jangan putus dari generatornya, yaitu Sirajul Huda dan keluarga besarnya. Sehingga lampu itu tetap menyala terang. Jangan sampai korslet, apalagi putus,” katanya.

Pesan tersebut juga diarahkan agar alumni tidak melupakan para guru yang pernah mendidik mereka. Silaturahmi, menurut Ahmad, tidak harus selalu berbentuk pertemuan formal. Saling mengetahui kabar, membangun komunikasi dan membantu sesama alumni juga menjadi bagian dari menjaga hubungan dengan almamater.

Untuk mempertemukan kembali alumni yang telah tersebar di berbagai daerah dan profesi, Yayasan Sirajul Huda mulai mendorong pendataan dan jejaring alumni melalui portal alumni.sirajulhuda.sch.id.

Portal tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menyambungkan kembali alumni dengan yayasan, guru, sekaligus teman-teman satu almamater yang mungkin telah bertahun-tahun tidak bertemu.

Capaian Nasyada menjadi dokter, bagi Sirajul Huda, akhirnya bukan sekadar tentang tambahan dua huruf di depan nama seorang alumni. Ada perjalanan panjang pendidikan di belakangnya dan ada almamater yang ikut menyimpan kebanggaan.

Dari Paok Dandak, pesan itu kini dikirim kepada alumni di mana pun berada: teruslah menyala di tengah masyarakat, tetapi jangan kehilangan sambungan dengan tempat di mana cahaya itu pernah dinyalakan.

Kata kunci SEO: Alumni Sirajul Huda, Nasyada Fadhila Rahmadini, dokter alumni Sirajul Huda, Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, alumni pesantren Lombok Tengah.

Meta description: Nasyada Fadhila Rahmadini resmi menjadi dokter. Yayasan Sirajul Huda Paok Dandak mengajak ribuan alumni lintas profesi kembali terhubung dengan almamater dan para guru.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button