HeadlineKesehatanLife Style

Pangan Sehat Bergizi, Jadi Solusi Cegah Stunting di NTB

MATARAM – QOLAMA.COM | Bahan olahan pangan yang sehat dan bergizi menjadi solusi mencegah dan menurunkan angka stunting atau anak bertubuh kerdil di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, menjaga gizi dan imun tubuh menjadi sebuah keharusan.

“Salah satu penyebab masalah stunting masih tinggi di NTB, karena asupan makanan diberikan kepada anak kurang bergizi” kata Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah pada kegiatan Webinar Nasional sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan.

Menurutnya, pangan yang sehat dan bergizi, tidak harus mahal, tapi bisa memanfaatkan tanaman sayuran yang tersedia di lingkungan sekitar. Termasuk bagaimana mengubah pola pikir masyarakat, menjadikan kesehatan sebagai sebuah prioritas utama.

Kelihatan sepele, kelihatan gampang, tapi tidak gampang untuk diterapkan. Edukasi yang masif harus digencarkan, terutama kepada ibu hamil yang diwajibkan untuk menjaga kesehatan agar anak-anak yang dilahirkan kelak tidak menderita stunting.

“Program Revitalisasi Posyandu menjadi salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB” katanya.

Ia ingin seluruh posyandu kedepannya tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, melainkan dapat menyusur aspek kesehatan lain. Sehingga, seluruh masyarakat, baik dari bayi hingga lansia dapat dilayani posyandu.

Sebelumnya Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr.H. L. Husni menyoroti akses atau distribusi pangan kepada masyarakat. Menurutnya, ketahanan pangan erat kaitannya dengan akses dan mobilitas dari pangan itu sendiri.

“Seringkali masalah akses pangan ini menjadi masalah yang lebih besar daripada ketersediaan pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai ketahanan pangan dan gizi dibutuhkan integrasi setidaknya empat indikator, dimulai dari asesmen, kebijakan, perencanaan, hingga pembangunan kapasitas yang melibatkan lintas stakeholder, baik perguruan tinggi, dinas-dinas terkait, pakar dan juga pemerhati gizi

Tags
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button
Close