HeadlineHukum dan KriminalKesehatan

Tingkat Pelanggaran Tidak Gunakan Masker di Lotim Masih Tinggi.

LOMBOK TIMUR – QOLAMA.COM | Semenjak Perda penyakit menular dan denda tidak gunakan masker diberlakukan di seluruh kabupaten dan kota, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tingkat pelanggaran oleh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih tinggi

“Sejak razia yustisi masker dan penerapan sanksi denda hingga di berlakukan di Lotim, sebanyak 701 pelanggar telah terjaring petugas” kata Kasatpol PP Lotim, Bq Farida Afriani, Kamis 24 September 2020.

Sebanyak 122 pelanggar di berikan sanksi denda, kemudian sanksi sosial sebanyak 528 pelanggar. Kalau dirupiahkan, total sanksi denda kurang lebih 11 juta yang terkumpul, sejak mulai diberlakukannya Perda hingga saat ini.

Hasil denda razia masker selanjutnya diserahkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Lotim. Terhadap para pelanggar terlebih dahulu diberikan pemahaman terkait Perda Masker tersebut, kemudian pihaknya memberikan tawaran, untuk memilih sanksi denda atau sanksi Sosial.

” Kalau sanksi sosial nyapu di tempat umum dan kalau sanksi denda Rp 100 ribu, tapi kadang mereka malu dan langsung memilih sanksi denda,” Ujar farida.

Kesadaran masyarakat Lotim, untuk menggunakan masker saat ini dinilai sudah mulai meningkat. Adapun masyarakat yang kerap terjaring razia adalah masyarakat yang melintas di lokasi tersebut, bukan masyarakat setempat.

Waktu razia di Peringgasela, yang terjaring kebanyakan masyarakat luar, dan anak-anak muda dengan alasan lupa.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button