HeadlineLombok TengahPendidikanTokoh

Tak Pernah Juara Kelas, Alumni Sirajul Huda Ini Kini Jadi Prajurit TNI

Semua Alumni jangan sungkan berkabar ke Pondok. Cerita kalian menjadi motivasi bagi kami di yayasan, para pengelola SMK, dan terutama adik-adik kalian yang masih sekolah,” (Ahmad Jumaili – Ketua Yayasan Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak)

LOMBOK TENGAH — Muhammad Azhari bukan siswa yang dikenal langganan juara kelas. Nilainya semasa sekolah terbilang biasa-biasa saja. Namun ada satu hal yang masih diingat gurunya hingga sekarang: kedisiplinannya.

Lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Islam Sirajul Huda Paok Dandak, Kabupaten Lombok Tengah, Azhari kini mengenakan seragam loreng. Alumni angkatan pertama Jurusan Akomodasi Perhotelan yang dikelola Pondok Pesantren Sirajul Huda itu memilih jalan pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.

Azhari kini berkabar berpangkat Prajurit Dua (Prada) di Korps Infanteri. Ia tercatat berdinas di lingkungan Kodam III/Siliwangi dan ditempatkan pada satuan infanteri di Sumedang, Jawa Barat.

Kepala Program Keahlian Perhotelan SMK Islam Sirajul Huda Paok Dandak, Ahmad Syapoin, MM, mengatakan Azhari semasa sekolah sebenarnya bukan siswa yang terlalu menonjol dalam prestasi akademik.

“Secara akademik Azhari tidak pernah mendapatkan ranking satu. Nilainya biasa-biasa saja. Tetapi dia anak yang cukup disiplin,” kata Syapoin.

Menurut dia, Azhari justru cukup aktif mengikuti kegiatan di luar kelas. Ia tercatat mengikuti sejumlah kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari Pramuka, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), hingga Palang Merah Remaja (PMR).

Seperti siswa SMK Islam Sirajul Huda lainnya, Azhari juga mengikuti program Diniyah pagi yang menjadi bagian dari kurikulum kepesantrenan di Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak.

Rutinitas itu dijalaninya hingga menyelesaikan pendidikan pada 2021.

Azhari diketahui adalah putra kelahiran Pantung, 5 Juli 2003. Berasal dari Kelurahan Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Latar belakang pendidikan Akomodasi Perhotelan yang ditempuh Azhari memang tidak berhubungan langsung dengan profesinya sekarang. Namun perjalanan itu memperlihatkan bahwa jurusan di sekolah kejuruan tidak selalu menjadi batas akhir pilihan pekerjaan seseorang.

Kabar Azhari menjadi prajurit TNI AD membuat para pengurus Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda sangat bangga.

Ahmad Jumaili, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda menyampaikan rasa syukur setelah mengetahui salah seorang alumninya kini menjadi bagian dari TNI.

Dikatakannya, keberhasilan alumni seperti Azhari tidak semata-mata diukur dari profesi yang diperoleh setelah meninggalkan sekolah. Bagi Sirajul Huda, kata dia, ada identitas lain yang tetap melekat pada para alumninya: santri.

“Apapun profesi kalian nanti, yang paling penting jaga akhlak dan jaga salat. Walaupun kalian sekolah di SMK Sirajul Huda, kalian juga santri. Di mana pun berada, tetaplah menjaga akhlak dan berbuat baik kepada semua orang,” pesannya.

Ia berharap prinsip itu tetap dibawa alumni Sirajul Huda dalam profesi apa pun, baik menjadi tentara, dokter, guru, pengusaha maupun bekerja di bidang lainnya.

Yayasan juga mengajak para alumni untuk tidak memutus hubungan dengan sekolah dan pondok setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, kabar sederhana mengenai perjalanan alumni setelah lulus penting bagi almamater. Cerita seperti perjalanan Azhari dapat menjadi penyemangat bagi pengurus yayasan dan para guru sekaligus memberi gambaran kepada siswa bahwa kehidupan setelah sekolah menyediakan banyak jalan.

“Alumni yang lain juga jangan sungkan memberikan kabar dan cerita kepada pondok, seperti Azhari dan beberapa alumni lainnya. Cerita kalian menjadi motivasi bagi kami di yayasan, para pengelola SMK, dan terutama adik-adik kalian yang masih sekolah,” ujarnya.

Ia juga menitipkan satu pesan kepada para alumni Sirajul Huda yang kini berada di berbagai daerah.

“Jangan lupakan guru. Kalau pulang ke Lombok, jangan lupa mampir. Sapa guru-guru dan almamater tempat kalian pernah belajar.”

Perjalanan Azhari mungkin tidak dimulai dengan deretan angka tertinggi di rapor. Ia juga bukan siswa yang dikenang karena selalu berdiri di depan menerima penghargaan akademik.

Yang diingat gurunya justru sesuatu yang lebih sederhana: disiplin, aktif Pramuka, OSIS dan PMR, serta mengikuti Diniyah pagi seperti siswa lainnya.

Kini, dari sekian banyak jalan yang mungkin ditempuh setelah lulus dari jurusan perhotelan, Azhari memilih menjadi prajurit.

Dari Paok Dandak, ia membawa satu cerita bagi adik-adik kelasnya: tak harus menjadi juara kelas untuk memiliki masa depan yang membanggakan.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button