HeadlineKesehatan

BUMN dan BUMD Harus Harus Ikut Ambil Bagian Disiplin Protokol Kesehatan.

MATARAM – QOLAMA.COM | Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMD Harus Ikut ambil bagian dalam upaya disiplin penerapan protokol kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah NTB H. Lalu Gita Ariadi, saat memimpin rapat Pembahasan Pencegahan Covid-19 dengan pimpinan BUMN, BUMD dan institusi penyelenggara pendidikan di NTB, Rabu 12 Agustus 2020.

“Penerapan protokol Covid 19 di instansi pelayanan publik seyogyanya dapat menjadi contoh dan teladan disiplin bagi masyarakat, termasuk BUMN dan BUMD, memiliki peran penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui perilaku dan budaya kerja” kata Gita.

Tidak memperkenankan nasabah bank yang tidak menggunakan masker untuk mendapatkan pelayanan dan transaksi. Dukungan BUMN dan BUMD serta institusi pendidikan dalam penegakan disiplin protokol Covid 19 di lingkungan kantor dan sentra pelayanan publik menjadi pemicu kebiasaan protokol kesehatan di masyarakat.

Ia meminta, sebelum Perda Penanggulangan Penyakit Menular diimpelentasikan, sosialisasi yang konsisten di kantor dan pelayanan publik harus terus dilakukan sebagai edukasi awal.

Penyediaan masker gratis dan perangkat protokol kesehatan lainnya seperti tempat cuci tangan dan thermo gun membuat masyarakat terlatih dan terbiasa menerapkan protokol kesehatan di tempat publik.

“Perkantoran dan pelayanan publik adalah tanggungjawab otoritas setempat. Nanti pemerintah melalui aparat juga melakukan evaluasi berkala”, ujar Mantan Kadis Penanaman Modal dan PTSP Provinsi NTB tersebut.

Gita juga meminta partisipasi BUMN dan BUMD dalam kegiatan sosial di masa pandemi. Salah satunya dengan bela dan beli kebutuhan sehari-hari dari UMKM lokal NTB sehingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat terus berputar.

Kepala Dinas Pendidian dan Kebudayaan Aidy Furqan, menjelaskan kesiapan sekolah di kabupaten Loteng, Bima dan Dompu yang dinilai dalam rilis Kemendikbud boleh melakukan kegiatan sekolah tatap muka.

Sekolah akan menerapkan tatap muka terbatas dengan durasi empat jam sehari. Jarak dalam kelas antar siswa satu setengah meter dan penyesuaian kurikulum masa pandemi. Adapun sekolah SMA, SMK dan SLB belum akan dibuka. Untuk sekolah di zona kuning baru boleh melakukan simulasi.

“Sesuai SKB menteri, siswa harus punya tiga masker. Satu untuk diperjalanan, di sekolah dan dirumah. Kita tidak serta merta membuka sekolah. Kita harus mengukur kesiapan sekolah sampai fase transisi bulan September depan”, tutup Aidy.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button