HeadlineIqro'Lombok BaratNasionalSejarah IslamTokoh

Datok Bengkel In Memoriam, Soekarno Diberi Tongkat, Hatta Diberikan Kitab

“Jika Soekarno diberikan tongkat, Hatta dihadiahi kitab berjudul Al Lukluil Masyur karangan TGH.Umar Kelayu yang beliau cetak ulang. Hatta menerima kitab tersebut dalam keadaan dibungkus kain bersulam bunga bertuliskan “Merdeka tetap dunia akhirat”.

Yusuf Tantowi

KUATNYA ketokohan TGH.Saleh Hambali di Lombok sampai juga di telinga tokoh-tokoh nasional di Jakarta. Hal Itu ditandai pada tahun 1950, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir.Sukarno -Muhammad Hatta bersama rombongan pengawalnya mengunjungi Lombok dan spesial mengagendakan pertemuan dengan Rois Syuriah kedua NTB itu.

Dokumen yang membuktikan kedatangan spesial proklamator RI itu tergambar dalam tulisan tangan Arab Melayu yang ditulis sekretaris beliau dan diperkuat dengan bukti foto penting saat Presiden Soekarno berpidato di Bengkel Lombok Barat.

Berita Terkait :

Panitia Haul Ke 52 TGH. M. Soleh Hambali Bengkel Mulai Sibuk

Kiai Dan Guru Ngaji NU Turun Gunung, Ngaji Streaming Dari Aceh Hingga Papua

Dr.H.Adi Fadli dalam bukunya “Pemikiran Islam Lokal TGH.M.Shaleh Hambali Bengkel” menulis, peristiwa besar kedatangan Ir. Soekarno ke Bengkel Lombok Barat itu terjadi pada Ahad, 5 November 1950, atau 49 hari bubarnya Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 17 Agustus 1950.

Kedatangan Soekarno kala itu dapat dimaknai sebagai bagian dari langkah konsolidasi kebangsaan dengan menemui tokoh-tokoh berpengaruh di Indonesia salah satunya tokoh besar TGH. Saleh Hambali.

Gambaran suasana penyambutan Presiden Pertama RI itu juga tergambar dalam spanduk penyambutan Soekarno di Bengkel yang ditulis salah seorang bernama Hafazah yang merupakan sekretaris pribadi TGH. Saleh Hambali. Spanduk bertulis Arab melayu itu berbunyi “Bung Karno Bapak Ketjintaan Rakjat 75 Djuta”.

Tidak ada catatan sejarah yang bisa dikutip terkait isi pembicaraan TGH.Saleh Hambali dengan Ir.Sukarno saat pertemuan Istimewa itu. Hanya satu kisah unik yang sempat diceritakan bahwa, TGH. Saleh Hambali memberikan sebuah tongkat kepada Sukarno sebagai kenang-kenangan.

Masih dalam tulisan Adi Fadly, TGH.Saleh Hambali atau yang akrab disebut Datok Saleh Hambali atau Datok Bengkel memiliki lima orang sektretaris yang secara khusus diminta mencatat dan menggambar berbagai hal yang dirasa penting. Kehadiran lima sekretaris beliau itu menunjukkan ia seorang yang sangat menghargai karya tulis, catatan dan dokumentasi. Padahal kala itu, tak terbayangkan ada alat rekam suara secanggih sekarang. Konon dokumentasi yang ada saat itu hanya kamera foto, tapi hanya dimiliki pejabat negara.

Datok Salah Hambali juga diketahui sebagai penulis kitab yang cukup produktif. Buah pikiran, ketekunan dan kealimannya telah menghasilkan terbitnya beberapa kitab dengan berbagai disiplin keilmuan, mulai Fiqh hingga tasawuf. Kitab-kitab itu bahkan menjadi rujukan tuan guru-tuan guru lain mengajar di Lombok kala itu. Yang unik dalam kegiatan tulis menulisnya, Datok Bengkel selalu dalam keadaan suci atau berwudhu. Kepada murid-muridnya beliau mengajarkan, berwudhu adalah salah satu cara bembersihkan fisik (zahiriyah) dan bathiniyah sekaligus.

Di kesempatan acara pengajian di Madrasah Hidayatuddarain, Dasan Geres, Gerung, Lombok Barat baru-baru ini, salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama NTB TGH.Maarif Dirase mengungkapkan keinginannya untuk meminta kembali tongkat pemberian Datok Saleh Hambali kepada Presiden Sukarno tersebut. Tongkat itu konon masih disimpan mantan presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Dua tahun setelah kedatangan Presiden Sukarno itu, Wakil Presiden Muhammad Hatta juga menemui TGH. Soleh Hambali pada 14 April 1952. Bung Hatta berlabuh di Lembar dan langsung menuju kediaman TGH. Soleh Hambali di Bengkel. Jika Soekarno diberikan tongkat, Hatta dihadiahi kitab berjudul Al Lukluil Masyur karangan TGH.Umar Kelayu yang beliau cetak ulang. Hatta menerima kitab tersebut dalam keadaan dibungkus kain bersulam bunga bertuliskan “Merdeka tetap dunia akhirat”.

Setelah kedatangan Presiden RI, Ir.Sukarno dan Wakil Presiden RI, Muhammad Hatta banyak tokoh nasional baik dari unsur pejabat, petinggi militer dan agamawan menemui beliau.  Kiprah beliau dalam Nahdlatul Ulama juga ditandai dengan banyaknya tokoh-tokoh PBNU setelah itu yang menemuinya.

TGH. Soleh Hambali tercatat sebagai Rais Syuriah kedua NU NTB selama dua periode (1953-1964) dan (1964-1968). Ada pun Rois Syuriah NU pertama, Sayyid Ahmad Alkaff (1932-1953) dan ketua tanfizd NU saat itu dijabat oleh TGH.Mustafa Bakri Al-Banjari, Sekarbela–mantan anggota konstituante RI mewakili Partai Masyumi dari Sunda Kecil.

Setelah berhenti menjadi anggota konstituante, beliau dipercaya menjadi kepala urusan agama (KUA) yang kemudian menjadi cikal bakal kantor Kementrian Agama (Kemenag) Propinsi NTB. Beliau juga yang merintis pembangunan Masjid Raya At-Taqwa, Mataram. Salah seorang cucu dari TGH.Mustafa Bakri Al-Banjari yang kini berkiprah dipolitik diantaranya Hj.Wartiah, anggota DPRD NTB yang juga menjabat Ketua DPD Partai Persatuan Pemangunan (PPP) NTB.

“TGH.Sholeh Hambali merupakan perintis pembaharuan pendidikan Islam di Lombok. Awal abad ke-20, sekitar tahun 1916. Pada tahun 1933, beliau menulis kitab Luklatul Jawharoh yang ditulis dengan Arab Melayu. Sholeh Hambali ulama yang telah melahirkan banyak kader-kader tuan guru berpengaruh dan meninggalkan banyak karya kitab, fatwa keagamaan dan nasehat keagamaan.” kata Dr.Adi Fadli, M.Ag yang merupakan salah seorang cucu dari TGH.Ya’kub, Batu Kuta, Narmada.

Mengetahui sosok TGH.Sholeh Hambali, karya-karya, murid-murid dan pengaruhnya ketokohannya secara nasional, maka bisa disebut beliau merupakan sosok ulama besar yang dihilangkan perannya oleh sejarah khususnya dalam menyebarkan dakwah dan pendidikan Islam di Lombok. Tugas generasi muda untuk menemukan, menulis kembali dan menyebarkan pemikiran dan gagasan ke-Islaman TGH. Sholeh Hambali terutama pasca 124 tahun ia wafat yang kita peringati Tahun ini. []

Tags

One Comment

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: