AgamaHeadlineKesehatan

Kesadaran Ber-media tak Dibarengi Kesalehan Sosial dan Kesalehan Virtual

“Kesalehan Virtual ini tak kalah penting di era media sosial hari ini, karena Virtual telah menjelma menjadi ritual masyarakat kita dalam berkomunikasi.” 

MATARAM, QOLAMA.COM | Kesadaran bermedia masyarakat hari ini sangat tinggi. Hanya saja, kesadaran tersebut ternyata tidak dibarengi dengan etika berkomunikasi dan kesadaran virtual yang memadai sehingga cenderung masyarakat memposisikan media seakan agama baru yang terus-terusan dipercaya. Akibatnya, setiap informasi dari media selalu dianggap benar lalu di Share (disebarkan.red) begitu saja tanpa tabayyun.

Hal tersebut disampaikan Ketua PWNU NT Prof. Dr. Masnun Tahir, MA saat memberikan Sambutan pada acara Dialog Online dengan tema “Memahami konten Media ditengah pandemic Covid-19 di NTB” yang diselenggarakan LTN PWNU NTB, Senin, (18/5/2020) sore kemarin.

prof-dr-masnun-tahir
Prod. Dr. Masnun Tahir, MA memberikan sambutan dalam Dialog bertajuk Memahami Konten Media ditengah pandemi Covid-19. Foto. Ist

Dikatakan Prof. Masnun, di era media sosial hari ini, kesalehan ritual saja sangat tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kesalehan sosial dan juga kesalehan virtual.

“Kesalehan Virtual ini tak kalah penting di era media sosial hari ini, karena Virtual telah menjelma menjadi ritual masyarakat kita dalam berkomunikasi.” Jelasnya.

Menyadari kondisi masyarakat seperti itu, menurut Masnun, media harus mengembalikan fungsinya menjadi media yang mencerahkan, mencerdaskan, memberikan edukasi dan lkiterasi serta memberikan kabar baik dan menggembirakan, terapalagi di masa-masa musibah penyebaran covid-19 hari ini.

BACA Berita Terkait :

Hadiri Pelantikan MOI NTB, Gubernur Minta Tolong Media Tidak Ekplosif Memberitakan Corona

“Konten Media baik Cetak, Online, Audio dan Video semuanya harus Basyiron Wanadziro, dapat memberikan kabar baik dan kabar yang menggembirakan. Jangan media justru menjadi penambah kebisingan bahkan nestapa baru bagi masyarakat.” Tegas Masnun yang juga Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Mataram ini.

dialog-online-media-ditengah-covid-ntb
Moderator Dialog Online M. Baihaqi memandu diskusi bersama Ketua LTN NU PWNU NTB Sueb Qury, Sabtu (18/5/2020). Foto IST

Dialog Online yang dilangsungkan melalui Aplikasi Zoom tersebut menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Sekretaris Daerah NTB H. L. Gita Ariadi, Karo Humas Pemprov NTB Najamudin Amin, Aktifis Anggaran SOMASI Hendri Yadi, Komisioner KPID NTB Yusron Saudi, Wartawan Senior H. Agus Talino, Mahasiswa S2 UGM Moh Baihaqi sebagai Moderator.

Banner IDwebhost

Ketua LTN NU NTB Sueb Qury kepada Qolama mengatakan, diadakannya Dialog Online tentang media ditengah Covid-19 ini adalah unggahan keresahan masyarakat NTB yang selama ini galau dengan banjirnya minformasi ditengah masyarakat yang kemudian membuat masyarakat semakin resah dan panik.

BACA JUGA :

Kadus Karang Bedil Dipolisikan, Ini Tanggapan Kades Kediri Lobar

Padahal kata dia, dalam kondisi sekarang, semua fihak harus bekerjasama untuk saling menguatkan termasuk peran media untuk menginformasikan apapun terkait Covid dengan cara-cara yang manusiawi dan tidak asal heboh di judul saja.

“Menghentikan penyebaran Covid-19 ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah tapi juga tanggungjawab kita bersama termasuk media. Media jangan justru membuat masyarakat panik sebab tulisannya menang di bombastis tapi kering di isi, kalo istilahnya anak youtube, Klik bait” Ungkapnya.

Karena itu tambah Sueb Qurry, Nahdlatul Ulama sangat mendukung media-media di NTB kedepannya menjadi media yang professional, menjunjung tingga etika jurnalistik, menulis berita dengan cara-cara yang manusiawi dan tidak membuat justru masyarakat semakin panik dalam situasi bencana.

Dialog yang dilangsungkan via Aplikasi Zoom ini berlangsung lancar dan disiarkan langsung melalui live streaming di Channel Youtube 99TV LTNU Lombok Tengah. Bagi anda yang belum sempat menyaksikan dialog ini, anda dapat menontonnya secara lengkap di Channel 99TV atau di fanpage Facebook LTN NU Lombok Tengah. []

Redaksi

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button