HeadlineNasional

Ombudsman RI Uji Responsifitas Saluran Informasi Polri dan Imigrasi dimasa PSBB

JAKARTA, QOLAMA.COM | Ruang gerak masyarakat yang dibatasi oleh berbagai aturan ditengah masa PSBB namun pelayanan hendaknya tidak boleh terhenti. Karena itu intansi penyelenggara layanan perlu memaksimalkan pemanfaatan teknologi, salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan saluran informasi berbasis telepon atau media sosial untuk masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ninik Rahayu Anggota Ombudsman RI dalam rilisnya menyampaikan hasil kajian singkatnya terkait Uji Responsifitas saluran informasi/ kontak layanan pada Kepolisian RI dan Direktorat Jenderal Imigrasi pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Selasa (01/9/2020) di Jakarta.

“Pengujian dilakukan pada 5 Polres/Polresta dan 5 Kantor Imigrasi dalam kurun waktuJuni-Juli 2020, masing-masing Polres/ Kanim dilakukan pengujian terhadap telepon atau medsos yang mereka kelola.” Ujar Ninik Rahayu.

Hasil kajian ini disampaikan Ombudsman RI kepada Kemenko Polhukam RI, Kepolisian RI, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI dan Satgas Penanganan Covid-19 secara daring pada Selasa (01/9/2020).

Hasilnya kata Nanik, saluran medsos Imigrasi sudah baik namun untuk saluran kontak telepon masih perlu peningkatan. Untuk Polri, responsifitasnya masih perlu ditingkatkan karena dari beberapa Satwil ada yang tidak merespon, pesan tidak terkirim, seperti lewat Whatsapp dan Twitter yang berdasarkan hasil pengujian tidak ada respon sama sekali.

Karena itu, Ombudsman RI menyampaikan beberapa saran perbaikan antara lain Kapolri dan Imigrasi agar meningkatkan responsifitas serta pengawasan terhadap saluran kontak layanan/ informasi dengan mengoptimalkan layanan yang telah disediakan. Menutup kontak layanan yang tidak digunakan serta merumuskan kebijakan pengelolaan nomor kontak dan media sosial terpadudan terintegrasi dengan satker di wilayah.

Dalam tanggapannya, Irwil 5 Itwasum Polri, Brigjen.Pol. Drs. Hotman Simatupang mewakili Kapolri menyampaikan akan melakukan pengecekan terhadap hasil kajian cepat Ombudsman RI pada satwil di daerah dan akan meneruskan masukan ini kepada pimpinan.

Sementara itu Direktur Intelijen Keimigrasian, Ferry M. Sihite S.H., M.H. mewakili Direktorat Jendera lImigrasi menyampaikan cukup puas dengan hasil kajian cepat Ombudsman RI, dari 5 Kantor Imigrasi yang menjadi sampel sudah cukup responsif.

Ferry menyampaikan bahwa pada seluruh satker imigrasi, terdapat petugas helpdesk atau customer care yang tugasnya menampung berbagai macam keluhan. Pada masa Pandemi ini Imigrasi juga berinovasi melakukan layanan jemput bola (easy passport) dengan menggunakan sistem kuota agar menghindari penumpukan kuota dan mengurangi kontak dimana perharinya ada 50-100 orang yang dilayani.

Selanjutnya Zuhermann Muabezi, S.H. mewakili Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan Ombudsman terkait pelaksanaan pelayanan publik kepada masyarakat di saat Pandemi. “Kami pada Satgas Covid juga mempunyai saluran 119 yang dapat dihubungi dan melalui laman website covid19.go.id yang diupdate real time setiap hari kepada publik” tegas Zuherman.

Selanjutnya Deputi VII Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI, Marsda TNI RusNurhadi Sutedjo mengapresiasi Ombudsman RI yang telah melakukan kajian singkat tersebut. “Terkait hasil laporan Ombudsman RI, tentunya kami Kemenkopolhukam mendorong Kepolisian RI dan Dirjenimigrasi untuk melakukan langkah-langkah konkrit guna memperbaiki kualitas pelayanan publikpada masa PSBB ini”. Kemenkopolhukam juga akan memfasilitasi untuk melakukan rapat koordinasi apabila diperlukan dalam rangka menindaklanjuti temuan Ombudsman RI.

Ombudsman RI selanjutnya mengharapkan agar saran-saran yang telah disampaikan Ombudsman RI dapat dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat..[]

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button