FeaturesHeadline

Mimpi Besar Samiun Untuk Desa Pajangan

Lombok Tengah, Qolama.com | Santri bukan hanya bisa ngaji, tetapi juga bisa menjadi pemimpin ditengah masyarakat. Samiun, S.Pd., M.Pd., membuktikan hal itu dengan terpilih sebagai Kepala Desa pertama Desa Pajangan, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Dalam Pilkades serentak, ia meraih 778 suara, mengungguli empat kandidat lainnya.

Sebagai alumni Pondok Pesantren, Samiun menegaskan kemenangan ya ini adalah amanah besar untuk membangun desa berbasis nilai-nilai pesantren.

“Ini amanah yang sangat besar, Desa Pajangan masih baru, tugas saya adalah memastikan desa ini tumbuh dengan fondasi yang kuat, sebagai Santri saya ingin desa ini maju dan berkembang berbasis religiusitas dan nilai-nilai agama dan pesantren,” ujarnya.

Dari Pesantren ke Medan Pengabdian

Samiun menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN Durian. Selepas SD, ia kemudian melanjutkan ke MTs Sirajul Huda Paok Dandak, yang diasuh oleh Almagfurlah TGH. Muhammad Jamiluddin. Di pesantren ini, selain belajar di sekolah formal, juga memperdalam ilmu Al-Qur’an dan kitab-kitab klasik.

Setelah menamatkan MTs, Samiun melanjutkan ke SMK Ibrohimi Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, lalu meraih gelar S.Pd. dari Institut Agama Islam Ibrahimy Sukorejo. Sekembalinya ke Lombok, ia mengabdikan diri sebagai pengajar, dosen, serta membimbing santri di TPQ.

Langkahnya maju ke Pilkades tak lepas dari inspirasi gurunya, TGH. Muhammad Jamiluddin.

“Semasa hidupnya, beliau selalu memotivasi saya agar bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan, beliaulah yang mendorong saya untuk mondok ke Situbondo,” kenangnya.

Ia bercerita bahwa pada awalnya orang tuanya enggan melepasnya ke pesantren, tetapi dorongan dari almarhum gurunya mengubah segalanya. “Saya bisa mondok karena beliau. Saya merasa memiliki utang perjuangan untuk meneruskan nilai-nilai yang diajarkan,” ujarnya.

Ingin Membangun Desa berbasis Nilai Pesantren

Setelah dilantik, Samiun berkomitmen membawa perubahan nyata bagi Desa Pajangan. Beberapa program yang akan ia jalankan meliputi:

✅ Mendirikan Polindes atau Poskesdes untuk layanan kesehatan masyarakat.
✅ Mendorong UMKM dan pertanian sebagai pilar ekonomi desa.
✅ Memperkuat BUMDes untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
✅ Membuka lapangan kerja bagi pemuda, agar mereka tak perlu merantau ke luar negeri.
✅ Mengembangkan potensi wisata desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

“Saya ingin membangun desa ini dengan semangat pesantren: jujur, amanah, dan kerja keras,” tegasnya.

Melalui kepemimpinannya, Samiun ingin membuktikan bahwa santri tidak hanya menjadi guru atau ulama, tetapi juga pemimpin yang bisa membawa perubahan bagi masyarakat.

“Santri diajarkan untuk disiplin, mandiri, dan peduli terhadap sesama. Ini modal besar untuk menjadi pemimpin yang amanah,” tutupnya.

Kisah Samiun menjadi bukti bahwa santri bisa berdiri di garis depan, bukan hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam kepemimpinan dan pembangunan masyarakat.[]

Adsvertise
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button