BimaHeadlineHukum dan Kriminal

Coreng Marwah Organisasi, Korwil MOI Bali Nusra Mengundurkan Diri

BIMA, QOLAMA.COM | Setelah meminta maaf secara terbuka melalui media dan publik atas kelalaiannya mencatut nama sejumlah wartawan Bima saat mengajukan Proposal atas nama Ikatan Wartawan Bima (IWABI), Pimpinan Media Cetak dan Online Lensa Post yang juga Ketua Korwil Media Online Indonesia (MOI) Bali Nusra, Abdul Sukur, ST, hari ini Rabu (11/11/2020) akhirnya mengundurkan diri dari Ketua Korwil MOI Bali Nusra.

Keputusan itu diambil Abdul Sukur setelah sejumlah pihak mengait-ngaitkankasus pribadinya dengan organisasi Media Online Indonesia dimana ia sebagai Ketua Korwil.

“Saya tidak ingin mencederai nama organisasi MOI hanya karena urusan pribadinya. Saya tidak ingin melibatkan organisasi MOI dalam persoalan ini” Ungkapnya melalui press rilis yang diterima Qolama.com, Rabu, (11/11/2020).

Dinyatakannya, terkait pengunduran dirinya ini, Abdus Syukur telah menyampaikan langsung ke Ketua Harian DPP MOI, Siruaya Utamawan, SE di Jakarta melalui telepon dan meminta maaf atas kasus yang telah dilakukannya.

“Permohonan maaf saya sampaikan kepada seluruh Anggota Media Online Indonesia (MOI) khususnya Ketua DPW Bali, Ketua DPW NTB dan Ketua DPW NTT dan seluruh Pengurus DPC Bali Nusra, serta Anggota MOI dimanapun berada” Pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Abdus Syukur, ST dikabarkan telah mencatut nama rekan-rekan wartawan dalam proposal yang diajukannya ke pihak Polres Bima. Sejumlah organisasi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bahkan akan memproses kasus ke pihak berwajib.

Sementara itu, Ketua DPW MOI NTB L. Fatahillah Prawiranegara mengapresiasi sikap Abdus Syukur yang dengan jantan mengundurkan diri dari MOI setelah dibelit kasus mencatut nama sejumlah wartawan di Bima. Dikatakannya, Sejak ia mendapatkan kabar tersebut, DPW MOI NTB tegas meminta ia dengan legowo mengundurkan diri sebab kasus jelas-jelas melanggar Kodek Etik Jurnalis dan mencoreng nama organisasi MOI.

“Dari awal kami sudah sarankan mundur, sebab ini akan menjadi preseden buruk untuk organisasi paahal kami sedang semangat-semangatnya membangun organisasi ini di daerah.” Tandas Fatahillah.

Ia menegaskan, kasus ini menjadi pelajaran sekaligus peringatan untuk semua Pengurus MOI di NTB agar tidak main-main menjadi pengurus dan anggota MOI.

“Saya ingatkan kepada semua pengurus dan Anggota MOI, kita ini media dan wartawan yang profesional, memiliki integritas. Jangan sampai MOI dicederai dengan cara-cara kotor seperti itu” Tandas laki-laki yang juga ketua DPC Nasdem Kota Mataram ini.

Bahkan Fatahillah mengancam, apabila ada pengurus cabang atau anggota yang ketahuan melakukan hal-hal serupa. Dirinya sendiri yang akan melaporkan pengurus atau anggota MOI tersebut ke Polisi. []

Adsvertise
Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button