HeadlineHukum dan Kriminal

Polisi Diminta Tindak Tegas Masyarakat yang Ambil Jenazah Pasien Covid-19 Secara Paksa

MATARAM – QOLAMA.COM | Aparat kepolisian diminta mengambil tindakan tegas kalau masih ada masyarakat yang dalam pengambilan jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit, dilakukan secara paksa dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Prof. Mahfud MD menanggapi kasus pemaksaan pengambilan jenazah pasien Covid-19 di sejumlah daerah, termasuk yang terjadi di NTB beberapa waktu lalu.

“Mengambil jenazah pasien Covid-19 oleh keluarga silahkan saja, asalkan mematuhi protokol kesehatan, tapi kalau sampai dilakukan dengan pemaksaan, apalagi melanggar, aparat kepolisian harus menindak tegas” kata Mahfud di Mataram, Selasa 21 Juli 2020.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut melanjutkan, merawat jenazah bagi keluarga boleh dan silahkan saja, tapi dalam situasi tertentu seperti sedang wabah Covid-19 seperti sekarang tidak boleh dilakukan secara sembarangan, tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam ajaran agama, terutama ajaran Islam, kalau keadaan normal mengambil dan mengurus jenazah boleh, tapi kalau dalam keadaan darurat tidak boleh, itu hukum dalam Islam.

Dulu ketika zaman Nabi, saat perang Uhud, jenazah kaum muslimin yang mati syahid dalam perang dimakamkan secara masal, karena memang dalam keadaan perang, tidak ada keluarga yang protes, sama halnya dengan saat kondisi covid-19 seperti sekarang, harus ikut ketentuan.

“Karena itu dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, kalau ada masyarakat yang melanggar, apalagi memaksakan kehendak dengan melawan petugas, ya harus ditindak” tutupnya.

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button