EkbisHeadlineKesehatan

Selain Kesehatan, Pemulihan Ekonomi Juga Harus Jadi Prioritas Penanganan Covid-19 di NTB.

MATARAM – QOLAMA.COM | Selain masalah kesehatan, pemulihan kondisi ekonomi juga diminta menjadi prioritas semua kepala daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam proses penanganan wabah pandemi Covid-19.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian ketika melakukan kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) di Mataram, Selasa 21 Juli 2020.

“Antara krisis kesehatan dengan ekonomi saling berkaitan, tidak bisa menyelamatkan hanya satu, karena kalau masalah ekonomi dibiarkan dan hanya fokus pada penanganan masalah kesehatan, sangat berbahaya” kata Tito.

Mengingat Covid-19 juga telah berdampak besar bagi prekonomian, makin lama akan melemahkan ekonomi, pembiayaan mahal, dampak sosial, PHK, kemiskinan dan mungkin masyarakat tidak akan takut lagi dengan Covid-19, melainkan lebih takut dengan kondisi ekonomi.

Salah satu tugas Komite Penanganan Covid-19 yang dibentuk presiden pasca pembubaran gugus tugas covid-19 adalah, bagaimana menggabungkan dua isu, masalah kesehatan dan ekonomi.

Covid-19 dalam perjalanannya ada efek domino, krisis ekonomi dan sosial. Kesehatan harus diselamatkan, ekonomi dan keuangan juga harus kuat, supaya kita kuat. Bentuk kerja kongkritnya nanti khususnya ke daerah berupa program paket stimulus, baik insentif kebijakan maupun tunai. Daerah juga bisa memaksimalkan anggaran yang ada.

Sementara itu, Menkopolhukam, Prof. Mahfud MD menjelaskan, ia bersama Mendagri termasuk jajaran Polri dan TNI datang membawa tugas, ingin memastikan bahwa Covid diterima sebagai kenyataan tidak terhindarkan, tapi kita bertekad menghindarkan diri, ekonomi harus dipulihkan, jangan sampai lumpuh karena Covid

Komite pemulihan Covid-19 memiliki dua agenda kongkrit, bagaimana menghadapi, pengamanan, bersahabat dengan Covid, Pemda NTB sudah mendahului melakukan terobosan, dihidupkan ekonomi dari bawah dengan dana yang tersedia, mendorong pertumbuhan ekonomi

“Agenda lain adalah bagaimana memastikan pelaksanaan Pilkada serentak di tengah Covid-19 bisa tetap berlangsung lancar, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan” katanya.

Menurutnya, Pilkada jangan dianggap pemborosan semata, tapi ada uang yang berputar untuk kebutuhan ekonomi, Pilkada, menghidupkan demokrasi yang bebas, bukan kriminal dan liberal, kalau penyakit disembuhkan secara sistem dan Budaya, karena politik yg bagus akan melahirkan sistem yang bagus.

Tags

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button
Close