HeadlinePendidikanSosial

Tantangan Aktualisasi Nilai Pancasila di Era Disrupsi Menurut Guru To’i.

MATARAM – QOLAMA.COM | Mengaktualisasikan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di era disrupsi dan moderenisasi, terutama di kalangan generasi muda tidak mudah dan menjadi tantangan tersendiri

Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi NTB, Guru To’i. Akhdiansyah ketika menjadi pembicara di acara Dialog Publik “Aktulisasi Nilai Pancasila dalam Menyongsong Indonesia Maju 2045” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Bali Nusra, di Aula Musium NTB, Kamis 10 Juni 2021.

“Tantangan memahami dan mempraktekkan nilai Pancasila bukan hanya datang dari luar, tapi juga dari dalam” jelas Guru To’i.

Belum termasuk bagaimana menemukan pendekatan yang tepat untuk memberikan pamahaman kepada generasi muda pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus perekat bangsa.

Lebih lanjut, Politisi Muda PKB kelahiran Kabupaten Dompu tersebut menjelaskan, tiga tantangan terkini mengaktulisasi nilai Pancasila, antara lain Modernisasi, Revolusi Industri 4.0 dan gerakan transnasional.

“Modernisasi melahirkan digitalisasi. Hampir semua kegiatan manusia bisa dilakukan secara digital dengan memanfaatkan perangkat elektronik dan internet. Dengan begitu kebutuhan akan kerja-kerja fisik manusia semakin berkurang. Ini tantangan sekaligus peluang”katanya.

Dari tiga tantangan tersebut, nomor tiga sangat berpotensi memecah belah masyarakat. Itu dampak dari ideologi kelompok gerakan transnasional yang selalu ingin memonopoli kebenaran (truth claim). Kelompok ini selalu merasa kebenaran versi mereka lah yang paling benar. Kelompok diluar mereka semua dianggap salah dan tidak benar.

Kehadiran Pancasila itu justru memberikan ruang kelompok-kelompok lain untuk saling menghormati perbedaan. Saya sepakat dengan apa yang dikatakan Gus Dur, syarat Indonesia itu utuh dan maju harus menghargai dan menghormati perbedaan.

Tiga pembicara lain pada acara ini Raihan Anwar, anggota DPRD NTB, M.Zaky Mubarok, KAHMI NTB dan Taufan, dosen hukum Universitas Mataram.

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button