AgamaHeadlinePendidikan

UIN Mataram Diminta Jadi Terdepan Bangun Kerukunan Umat Beragama di NTB.

MATARAM – Sebagai satu – satunya Perguruan Tinggi Islam Negeri di Indonesia bagian timur, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram diminta bisa jadi yang terdepan menjaga kerukunan antara umat beragama di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“UIN Mataram harus menjadi garda terdepan dalam membangun Iptek, Imtaq dan wawasan kebangsaan dan kerukunan antara umat beragama di NTB” kata Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi ketika meresmikan gedung baru UIN Mataram, Kamis 18 September 2020.

Menag menegaskan, membangun kerukunan beragama adalah tugas pokok pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Kunci untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa adalah kerukunan antara umat beragama yang semakin kuat.

Karena itu, peran lembaga pendidikan khsususnya lembaga pendidikan Agama Islam agar mampu membangun kerukunan yang baik untuk mewujudkan persatuan bangsa Indonesia.

“NTB termasuk daerah dengan tingkat kerukunan antar umat beragama yang dinilai sangat toleran” ungkap Fachrul.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengungkapkan, kini kampus UIN Mataram telah menjadi saksi sejarah bagi perkembangan dunia pendidikan Islam di NTB dengan berbagai kemewahan gedung dan fasilitasnya. Tapi jangan sampai karena dimanjakan dengan segala kemegahan tersebut, ruh pendidikan hilang begitu saja, jika isinya biasa-biasa saja.

“Karenanya dengan keberadaan UIN Mataram di Pulau Lombok yang sangat indah, sangat seksi untuk menarik ilmuwan dan tokoh menikmati keindahan serta menghabiskan waktunya di NTB,” harap Zul

Ia juga mengusulkan kepada Menteri agama untuk menggodok pendidikan agama dengan cara memindahkan  dosen-dosen hebat yang ada di perguruan tinggi agama Pulau Jawa untuk mengajar di perguruan tinggi agama yang ada di bagian Indonesia timur.

Mengingat ketimpangan pendidikan yang terjadi di Indonesia Timur, Jawa dan Barat sangat luar biasa pengaruhnya. Kalau terobosan ini tidak bisa dilakukan maka pendidikan di Jawa akan semakin maju dan pendidikan di Indonesia Timur semakin lambat.

Dalam acara peresmian tersebut, turut dihadiri oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Mutawali, Komisi VIII DPRI, Nanang Samudra, perwakilan dari Kementerian PUPR serta seluruh civitas akademik UIN Mataram.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button