HeadlineKesehatan

Banyak Dibutuhkan Pasar Kerja Luar Negeri, Tenaga Perawat NTB Perlu Dipersiapkan.

MATARAM – QOLAMA.COM | Selain tenaga kerja sektor non formal, tenaga kerja formal juga mulai banyak diburu dan dibutuhkan pasar kerja luar negeri, salah satunya tenaga kesehatan perawat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat ketika menggelar Vidio confren dengan Direktur PT Binawan Inti Utama, Said Saleh Alwaini, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UAE), Senin 28 Juni 2021.

“Kalau perlu Balai Latihan Kerja (BLK) yang sekarang langsung dipersiapkan untuk perawat perawat kita agar dilatih”, tegas Zul.

Pemprov NTB sangat menyambut baik rencana pusat pelatihan tenaga kerja tersebut dan siap memfasilitasi segala kebutuhan investasi. Bahkan Zul menawarkan BLK untuk segera membuka pelatihan khusus tenaga perawat.

Melihat peluang besar dan kondisi pasar kerja tenaga kesehatan NTB. Di sisi lain, Gubernur menyatakan dukungannya agar tenaga kerja NTB bertransformasi menjadi tenaga terlatih dan profesional di bidangnya dari kondisi TKI secara umum selama ini.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UAE), Husin Bagis mengatakan, target Indonesia sendiri mengirim 1000 perawat ke UAE untuk kurun waktu dua tahun. Ia mengatakan, jumlah tenaga kerja asal NTB cukup signifikan terutama di Abu Dhabi dengan beragam profesi.

Ia mengapresiasi keberanian para TKI NTB ini yang datang tanpa bekal keterampilan cukup bahkan untuk berbahasa. Namun demikian, hal ini kerap mendatangkan berbagai persoalan sehingga dibutuhkan peningkatan kompetensi agar layak mendapatkan kesejahteraan lebih baik sebagai tenaga kerja profesional.

“NTB sudah memiliki sumber daya manusia yang baik dan punya reputasi di UAE. Akan lebih baik jika sekarang saatnya mengirim tenaga kerja profesional dan terampil”, sebut Husin.

Banner IDwebhost

Dirut PT Binawan, Said Saleh Alawini mengatakan, pasar kerja luar negeri untuk tenaga perawat sangat besar. Tak hanya di UAE, beberapa negara seperti Australia, negara Eropa dan Amerika mengimpor tenaga kerja khusus perawat karena paradigma yang bergeser.

Dikatakannya, tenaga kesehatan khususnya perawat tak lagi sekadar menjadi asisten dokter. Peluang kerja mereka di dunia kesehatan saat ini sudah menjadi rekan atau partner kerja dokter sehingga permintaan tenaga kerja perawat menjadi sangat besar beberapa tahun belakangan.

“Kita sudah punya pusat pelatihan di Jabar dan beberapa tempat lain,. Secara nasional, serapan tenaga kerja khusus perawat juga masih sangat rendah”, sebutnya.

Ia mencontohkan, Jabar dalam setahun bisa melahirkan 5000 perawat dengan peluang kerja di fasilitas fasilitas kesehatan yang terbatas. Nantinya, rumah sakit internasional itu akan mendukung pusat pelatihan agar keterampilan standar internasional para perawat tersebut dapat terpakai sebagai alternatif pasar kerja.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button