EkbisHeadline

Industrialisasi Diyakini Bisa Mendorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi NTB.

MATARAM – QOLAMA.COM | Program industrialisasi sejumlah sektor di Provinsi Nusa Tenggara Barat diyakini akan bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Keyakinan dan optimisme tersebut diungkapkan Gubernur NTB, Zulkiflimansyah ketika menghadiri gelaran ekspo industrialisasi NTB di kantor Dinas Perindustrian NTB, Rabu 30 Desember 2020.

“Bahwa industrialisasi adalah jawaban ekonomi NTB di masa depan. Para indistrialis harus bisa merubah ketidakberdayaan menjadi andalan dan baru NTB yang melakukannya” kata Zul optimis.

Bahkan secara nasional pemerintah pusat sendiri belum memiliki program permesinan yang spesifik untuk industri kecil menengah.

Industrialisasi juga tak lantas melupakan sektor pertanian dan perikanan karena justru ketidakberdayaan petani dan nelayan dalam mengelola dan menjual bahan mentah menjadi andalan dengan sentuhan industri mulai dari mesin penyimpanan, pengolahan sampai pengemasan dan desain produksi baru kemudian memasarkannya.

“Dinas Perdagangan juga harus jeli menangkap peluang pasar. Identifikasi kebutuhan pasar agar produksi mudah diserap”, jelas Gubernur.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti mengatakan, pihaknya sekarang mulai merencanakan balai berikat untuk kawasan industri bersama mitra kerja balai karantina dan bea cukai.

Balai berikat sendiri adalah fasilitas insentif fiskal di bidang kepabeanan, yaitu memberikan fasilitas penangguhan, pembebasan atau pengembalian terhadap bea masuk, PPN, dan Pajak Dalam Rangka Impor lain kepada pelaku industri manufaktur yang dirumuskan Bea Cukai sebagai industrial assistance sebagai kebijakan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Kita sudah melampau target intervensi IKM tahun ini sebesar 3,2 persen dari 2776 IKM menjadi 4662 IKM” katanya.

Sekarang ini Dinas Perindustrian menaungi 817 IKM agro, 206 IKM ekokreatif, 500 iKM di balai kemasan dan 139 IKM lain. Jumlah tersebut akan bertambah seiring keseriusan pelaku UKM dan IKM untuk mendaftar dan mulai merambah industri.

Pemerintah daerah sendiri telah memiliki Perda Industrialisasi dan Pergub ekonomi kreatif untuk mendukung geliat pelaku ekonomi kecil menengah menuju ekosistem industri mulai dari hulu ke hilir.

Namun demikian kendala izin edar dari BPOM yang harus mengantongi sertifikasi pangan untuk bahan baku industri makanan kemasan dan olahan masih harus dipenuhi dengan baik oleh pelaku usaha.

Dalam gelaran ekspo, pemerintah provinsi juga memberikan penghargaan pada UKM yang menang lomba inovasi nasional antara lain kreasi tudung saji, gula aren, produk organic sampai desain perhiasan mutiara.

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cek juga
Close
Back to top button