HeadlinePendidikan

Prihatin Minat Baca Anak Rendah, Pemuda Lotim Buka Lapak Membaca.

LOMBOK TIMUR – QOLAMA.COM | Pademi Covid-19 yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Barat, termasuk Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengakibatkan aktivitas belajar anak di sekolah terganggu dan lebih banyak di rumah. Kondisi tersebut juga mengakibatkan anak – anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain gadget dibandingkan membaca buku.

Situasi tersebut mengundang keprihatinan kelompok ppemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pemudi Desa Aikdewa (IPPDA) Lotim, dengan membuka Lapak Membaca, Guna meningkatkan minat baca dikalangan masyarakat khusunya anak-anak.

“Kegiatan lapak membaca digelar IPPDA, karena miris melihat anak-anak yang kini kecanduan dengan ponsel, terutama di masa Pandemi, dimana proses belajar mengajar bagi anak tidak berjalan maksimal” Ketua Ketua IPPDA, Hirpan Rosidi, Kamis 10 September 2020.

Ia melihat, selama Pandemi Covid-19, anak-anak bukannya belajar, justru lebih asik dengan gadget, terlebih sekarang adanya Game online.

Dikatakan Hirpan, Kegiatan buka lapak belajar dilakukan tidak sekedar buka lapak biasa, tapi disamping mengajak anak membaca, juga belajar sambil bermain. Dikarenakan anak pada usia dini dan baru masuk Sekolah Dasar (SD) masih banyak yang belum bisa membaca.

“Banyaknya angka anak putus sekolah dan kasus pernikahan dini, juga menjadi alasan kelompok pemuda membuka lapak, melalui kegiatan tersebut sekaligus untuk memberikan edukasi kepada anak-anak betapa pentingnya mengemban pendidikan dan dampak yang diakibatkan dari pernikahan dini” katanya.

Adapun, Kegiatan tersebut dilakukan tidak hanya pada satu tempat, namun berkeliling ke tiap dusun, terutama daerah terpencil dan marak kasus putus sekolah. kegiatan tersebut direncanakan akan terus lakukan meskipun tidak pada pandemi covid-19.

Diakui Hirpan, kegiatan membuka Lapak membaca banyak tantangan yang dihadapi, untuk menarik minat baca masyarakat terutama anak-anak, selain minat baca rendah, usia anak-anak masih senang bermain, tapi ia punya cara tersendiri menarik minat masyarakat dan anak-anak agar mau membaca.

“anak-anak itu kita berikan jajanan gratis yang dibelikan dari dana yang bersumber dari swadaya anggota,” Terangnya.

Ia berharap, ada bantuan dari donatur dalam pengadaan buku bacaan, walaupun itu hanya buku bekas, karena buku yang digunakan saat ini merupakan buku pinjaman.

Selengkapnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button
%d blogger menyukai ini: