AnggaranHeadlineLombok TengahPendidikan

Terkait Tuntutan Guru Honorer, Pemda Loteng Akan Lihat Prioritas

“Tentu akan kita lihat, mana guru yang dapat sertifikasi, fungsional dan mana yang mendapatkan dari BOS dan mana yang tidak mendapatkan samasekali, sehingga jikapun harus dibantu maka harus ada prioritas.”

H.M. Nursiah, S.Sos, M.Si (Sekda Lombok Tengah)

PRAYA, QOLAMA.COM | Desakan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Lombok Tengah agar pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah juga memperhatikan Guru Honorer ditengah Covid-19 akhirnya mendapat respon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah H.M. Nursiah, S.Sos, M.Si, Rabu, (6/5/2020).

Diberitakan sebelumnya, nasib ribuan guru honorer di Lombok Tengah mengemuka dalam diskusi yang diselenggarakan Lembaga dan Badan Otonom PCNU Lombok Tengah bersama Satuan Tugas (Satgas) NU untuk penanganan Covid-19 kabupaten Lombok Tengah di Kantor PCNU Lombok Tengah pada Kamis, (30/4/2020) malam.

BACA BERITA TERKAIT :

Pergunu dan LP Ma’arif Serahkan 1.731 Data Guru Honorer Loteng Terdampak Covid-19

Guru Honorer Menjerit Ditengah Covid, LP Maarif dan Pergunu Suarakan Nasib Guru

Para peserta diskusi mengungkapkan keprihatinan mereka terkait keadaan para guru honorer ini selama Pandemi Covid-19 berlangsung.  Mereka (para guru honorer) saat ini nyaris tak memiliki pendapatan sepeserpun. Liburnya aktifitas sekolah dan aktifitas diluar sekolah akibat Covid-19 membuat mereka hanya berdiam dirumah sementara mereka juga memiliki keluarga yang harus dinafkahi.

Dihadapan sejumlah pengurus Pergunu dan pengurus LP Ma’arif Kabupaten Lombok Tengah, H. Nursiah mengatakan, bantuan pemerintah terkait Covid-19 khusus guru selama Covid-19 ini belum ada. Hanya saja mendengar aspirasi para guru honorer terutama yang gencar disuarakan Pergunu dan LP Maarif, patut menjadi pemikiran pemerintah daerah.

“Bantuan Pusat dan daerah memang hingga kini belum ada yang khusus diperuntukkan untuk Guru Honorer. Hanya saja, harapan teman-teman guru honorer kita bisa fahami mengingat semua kita ini saat ini terdampak.” Ujar Nursiah

Ditegaskan Sekda Loteng, untuk alokasi bantuan dari Pusat dan Daerah untuk masyarakat terdampak Covid-19 sudah ditentukan kriterianya oleh pemerintah pusat seperti tidak masuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tuna (BLT) dan juga sebagai data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

BACA JUGA :

DPRD Setuju Guru Honorer Masuk Prioritas Terdampak Covid-19

“40 ribu Kepala Keluarga (KK) di Loteng ini akan mendapatkan bantuan 600 ribu pebulan, ada juga pengembangan sasaran terdampak, paketnya sembako 1 kali sebulan luar data BDT. Semua itu dengan criteria dan prioritas, mudah-mudahan saja guru honorer ini bisa masuk kriteria dan bisa masuk prioritas” Tambah Nursiah

Luasnya dampak covid-19 ini tambahnya mengakibatkan semua sektor terdampak sehingga prioritas ini sangat penting.

“Kenapa penting prioritas, karena kondisi keuangan Lombok Tengah terdampak juga. Pemotongan Dana Transfer Daerah yang menjadi sumber pendapatan daerah dipangkas sangat bbesar, begitupun anggaran Dinas-Dinas, dipangkas hingga 40%.” Jelas Sekda.

Namun begitu, ia memahami betul kondisi Guru Honorer dimasa Covid-19 ini. Baginya keadaan guru Honorer tak kalah sulitnya dimasa Covid-19 ini, sehingga pemerintah daerah akan segera melakukan rapat dan memutuskan penerima bantuan ditingkat daerah.

“Tentu akan kita lihat, mana guru yang dapat sertifikasi, fungsional dan mana yang mendapatkan dari BOS dan mana yang tidak mendapatkan samasekali, sehingga jikapun harus dibantu maka harus ada prioritas.” Jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua LP Ma’aarif H. Hambali dan dan Sekretarus Ppergunu Loteng Abdul Rohim menyerahkan data Guru dan tenaga kependidikan Honorer yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. []

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button