HeadlineLombok TengahPilkada 2020Politik

Bawaslu dan KASN Diminta Tegas Tindak ASN Yang “Genit” Berpolitik

PRAYA, QOLAMA.COM | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) diminta tidak tebang pilih dalam menindak tegas ASN yang terbukti melanggar netralitas maupun terlibat politik praktis jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Tengah.

“Dari dulu Dewan Loteng selalu sampaikan, kalau memang ada ASN lakukan pelanggaran, dengan terlibat politik praktis dalam Pilkada, agar tidak tebang pilih melakukan penindakan, kalau memang terbukti harus ditindak tegas, termasuk Sekda Loteng dan sejumlah ASN lain” kata Anggota DPRD Loteng, Lege Warman via telepon, Selasa 18 Agustus 2020.

Lege mengatakan, terkait pejabat pemerintahan yang masih berstatus ASN yang hendak maju Pilkada Loteng, dewan sudah ingatkan sejak lama, kalau memang serius mau maju ikut berkompetisi dalam Pilkada, silahkan mundur.

Tapi terbukti sampai sekarang, masih ada pejabat Maju Pilkada, terindikasi terlibat politik praktis, tapi status masih ASN, jelas pelanggaran.

“Terkait temuan Bawaslu soal sejumlah Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati masih berstatus ASN, terlibat politik praktis harus diproses, kita dorong KASN kalau memang itu terbukti melakukan pelanggaran, proses saja” tegas Polisi Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

Bawaslu juga dalam melaksanakan pengawasan dan penindakan pelanggaran Pilkada, supaya lebih tegas, jangan sampai lembek, apalagi tebang pilih.

Komisoner Bawaslu Loteng, Baiq Husnawaty sebelumnya telah melaporkan hasil penanganan dugaan politik praktis dan pelanggaran Netralitas ASN ke KASN oleh Sekda Loteng, H. Nursiah dan Lale Prayatni.

Selain Nursiah dan Lale, Bawaslu juga telah meneruskan hasil penanganan dugaan pelanggaran ASN atas nama L. Aswatara, H. Masrun, Normal Suzanna, Saswadi dan Lalu Wirahman.

BACA BERITA TERKAIT :

Tidak Hanya Nursiah, Tapi Juga L. Aswatara dan 4 ASN Lainnya

Akhirnya! Bawaslu Loteng Laporkan Sekda Nursiah ke KASN

Priiiit! ASN Dilarang Politik Praktis!, Kesimpulan Diskusi IPNU NTB

“Untuk Masrun, Normal Suzanna, Saswadi dan Lalu Wirahman sudah lebih dulu kami proses dan sudah ada rekom dari KASN untuk yang bersangkutan” Tambahnya.

Hanya saja kata Baiq Husna, Bawaslu hanya sampai meneruskan temuan ke KASN dan perihal sanksi kepada yang bersangkutan sepenuhnya menjadi ranah KASN.

Diteruskannya dugaan pelanggaran ASN ini memang adalah kewajiban Bawaslu berdasarkan undang – undang ASN dan nota kesefahaman (MoU) antara KASN dan Bawaslu. []

Selengkapnya
Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button