EkbisHeadlineMataram

Gerakan “Kembali ke Warung” Diyakini Bisa Atasi Krisis Dari Resesi

MATARAM, QOLAMA.COM | Aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Mataram pada Senin, (28/9/2020) hari ini sukses mengadakan Dialog Publik dengan tema “Gerakan Kembali ke – Warung”. Diskusi publik ini berlangsung di De-Lima Café yang berlokasi di Jl. Bung Karno No. 88 Mataram.

Ketua DPC GMNI Kota Mataram Al-Mukmin dalam sambutannya mengatakan, salah satu tujuan diskusi ini adalah, ingin menginspirasi seluruh masyarakat NTB untuk tetap setia berbelanja di warung-warung dan UMKM milik masyarakat agar roda ekonomi masyarakat tidak stagnan.

Dikatakannya, terutama dimasa Covid-19 ini, menggerakkan masyarakat untuk berbelanja di warung bisa menjadi gerakan bersama untuk saling memberdayakan sesama rakyat kecil.

“Ikhtiar kecil ini kami anggap akan sangat membantu pemerintah dalam membantu perekonomian masyarakat dimasa Covid-19” Katanya.

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB yang menjadi salah seorang pembicara dalam acara dialog publik ini Akhdiansyah, S. Hi mengatakan, Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM) berupa warung-warung, industri rumahan harus terus mendapatkan atensi pemerintah terutama dimasa Covid-19.

“UMKM dan warung-warung kecil adalah fondasi ekonomi paling bawah yang harus terus diperkuat. Ini salah satu cara menyelamatkan ekonomi masyarakat ditengah ancaman resesi dan Covid-19 .” Ungkapnya.

Tambahnya, warung dan UMKM bahkan menjadi satu-satunya sumber ekonomi rakyat yang selalu teruji dan bertahan disaat krisis. Ia mencontohkan krisis 1998-1999, walaupun ekonomi masyarakat Dunia terutama Asia terpuruk hingga di titik nol, namun masyarakat Indonesia tetap bertahan sebab UMKM tetap eksis sebagai penyelamat ditengah krisis.

“Karenanya saya sangat apresiatif kepada GMNI yang mengkat isu ini disaat yang tepat. UMKM dan warung-warung ini kekuatan ekonomi kita, Walaupun Indonesia ditengah ancaman resesi imbas dari Covid-19, jika warung-warung tetap hidup, UMKM bisa berjalan normal, maka kita tak terlalu khawatir” Tandanya.

Berita Lainnya :

Akhdiansyah Dorong Dompu Jadi Sentra Ekonomi Baru Indonesia

Gubernur Zul: Dompu Akan Jadi Sentra Pertumbuhan Ekonomi Baru di Indonesia

Selain Kesehatan, Pemulihan Ekonomi Juga Harus Jadi Prioritas Penanganan Covid-19 di NTB.

Pembicara yang lain Kombespol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan, faktor gaya hidup generasi muda hari ini ikut membuat masyarakat jarang berbelanja dan memberdayakan warung.

“Momentum covid-19 ini sangat pas dijadikan sarana untuk saling menguatkan antar masyarakat dengan menggalakkan kembali belanja di warung. Kita jangan hanya gaya berlanja di warung modern tapi tidak membantu masyarakat kita yang punya warung rakyat” Ungkapnya.

Diresnarkoba Polda NTB ini menambahkan, pemerintah melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) juga perlu melakukan kotrol terhadap keberadaan perusahahaan modern yang ada di seluruh wilayah, sebab kata dia jika tidak dikontrol maka akan mengancam usaha masyarakat yang sudah ada.

Sementara itu, Kepala Bidang UKM Hamid menyampaikan selain dampak ekonominya yang sangat besar, sebetulnya keberadaan warung-warung ini sangat positif sebagai penggerak masyarakat di tataran kultural.

“Warung ini selain sebagai salah satu sumber perekonomian warga, juga menjadi salah satu spectrum informasi tempat terjadinya dialog interaktif antar masyarakat, ruang percakapan sosial, budaya bahkan politik” Ungkapnya.

Karena itu, Dinas UMKM memberikan dukungan penuh untuk keberadaan warung-warung ini untuk terus bergerak dengan pemberian modal usaha, pelatihan dan pembimbingan terus bertahan ditengah krisis.

Dialog Publik ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari berbagai Organisasi Kepemudaan Se-Kota Mataram.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button