HeadlineHukum dan KriminalLombok Barat

Unit PPA Resort Mataram Dalami Kasus Kekerasan Terhadap Fitri

LOBAR, QOLAMA.COM | Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) kepolisian Resort Mataram mendatangi lokasi kejadian perkara atas dugaan kasus kekerasan yang dialami Fitri, wartawan online hariannusa.com pada Kamis, (24/9/2020.)

Diketahui sebelumnya, Fitri mendapat perlakuan kasar dari seseorang inisial YD usia 22 tahun warga Dusun Duman Indah, Desa Duman, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada Senin, (21/9/2020)

Unit PPA Polresta Mataram mendatangi lokasi kejadian dipimpin Iptu Nanik. Namun nanik enggan memberikan keterangan hasil kunjungan ke lokasi dengan alasan belum mendapatkan ijin dari atasan.

“Nanti kasat aja yg diwawancara, saya kan kanit ga ada ijin masih mau lama jadi polisi saya,” Kata Iptu Nanik seperti dikutip Hariannusa.com.

Sampai berita ini ditulis, belum diketahui motif pemukulan Fitri , apakah motif pribadi atau memang ada hubungannya dengan aktifitas Fitri sebagai Wartawan. Hanya saja didapatkan keterangan dari sejumlah pihak yang berada dilokasi saat kunjungan tim Unit PPA Polresta Mataram bahwa kedatangan petugas PPA ke lokasi guna merekonstruksi kejadian tetapi mereka tidak mendapatkan saksi langsung yang bisa memberikan keterangan pada saat pemukulan terjadi.

Baca Berita Lainnya :

Anggota Aniaya wartawan Saat Liputan, Kasat Pol.PP NTB Minta Maaf.

Tulis Papuk Kalsum, Seorang Wartawan dan Pegiat Sosial Digebuk Oknum Kadus

Kadus Karang Bedil Dipolisikan, Ini Tanggapan Kades Kediri Lobar

AJI, MOI, IJTI, FWMO Rame-Rame Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

“Tak satupun orang yang bisa menjadi saksi dan melihat langsung pemukulan yang dialami Fitri” jelas Kepala Dusun (Kadus) Duman Indah Hedri dikutip dari Radarntb.net (26/9/2020).

Dikatakan Hendri, pada saat kejadian masyarakat baru ramai berkumpul dilokasi setelah terjadi cekcok sehingga tak satupun masyarakat yang menyasikan langsung kejadian pemukulan korban.

“Karena tidak ada saksi, unit PPA Polres Mataram akan memanggil kedua belah pihak untuk memberikan keterangan.” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Duman Suhardi mengklarifikasi kasus yang menimpa Fitri sebenarnya bukan pengeroyokan tapi pemukulan oleh satu orang pelaku.

”Pemberitaan beberapa waktu lalu yang mengatakan saudari Fitri dikeroyok itu tidak benar kalau di pukul oleh satu orang iya itu benar,” jelas Suhardi dikantornya, kamis (24/9)

Sebagai pemerintah desa, ia sebenarnya sudah mencoba melakukan mediasi lanjutan atas kasus ini namun Fitri sudah lebih dahulu memasukkan laporan kepihak berwajib.

“Namun kami akan terus berusaha untuk memediasi mereka agar permasalahan ini tidak sampai keranah hukum,” harapnya. []

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button