HeadlineKesehatanTokoh

Ibnu Kholil: Rapid Test Tidak Efektif, Ganti Dengan Vitamin!

MATARAM, QOLAMA.COM | Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) TGH. Ibnu Kholil memiliki pandangan berbeda terkait solusi efektif menangani Covid-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurutnya, selain menjamin kondisi protokol kesehatan ditengah masyarakat, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana meningkatkan imunitas kesehatan masyarakat dengan salah satunya memberikan vitamin atau suplemen yang bermanfaat untuk semua warga NTB.

“Berikan rakyat Vitamin B Complex, antibodi untuk meningkatkan imunitas tubuh, karena itu lebih bermanfaat daripada melakukan rapid test yang habis-habiskan uang sementara relevansinya dengan corona hampir tidak ada” Ungkapnya, Senin, (10/8/2020).

Baca Berita Lainnya :

DPD Diminta Ikut Ambil Bagian Sadarkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan.

PRNU Se-Kecamatan Janapria dilantik, Pathul Bahri Titip Pesan, Ber NU Jangan Berat-Berat

DPD Diminta Ikut Dorong Pemerataan Pendidikan Indonesia Timur.

Ibnu Kholil berpendapat, kegiatan rapid test selain tidak relevan untuk penyakit korona, juga kegiatan itu menambah beban masyarakat yang harus dibebani pembayaran setiap akan melakukan rapid test.

“Bahkan ada indikasi, Rapid Test ini sudah mengarah ke bisnis, padahal dari diskusi kami dengan sejumlah pakar, itu tak ada relevansinya dengan wabah yang sedang kita hadapi” Ungkapnya.

Ditambahkan Anggota DPD RI asal Desa Beleka Lombok Tengah ini, pemberian Vitamin untuk masyarakat telah dilakukan juga oleh pemerintah Yogyakarta dan terbukti sangat efektif. Angka warga Djogja yang terjangit Corona menurun drastis setelah pemberian Vitamin.

“Sangat bermanfaat saya kira, karena jika imunitas masyarakat baik, jangankan virus korona, virus-virus yang lainnya juga dapat diantisipasi” Katanya.

Apakah semua masyarakat NTB yang jumlahnya hampir 3 juta orang itu harus diberi vitamin? Ibnu Kholil menjawab, ya. Semua warga NTB harus diberikan. Adapun dananya bisa dialokasikan dari dana Covid-19 yang memang sudah ada, baik yang berasal dari dana pusat maupun hasil refocusing besar-besaran di semua nomenklatur di daerah.

“Dana Covid yang trilunan itu mestinya dianggarkan juga untuk pembelian vitamin ini, kalo untuk APD dibiayai kenapa pemberian vitamin tidak bisa, seharusnya bisa itu,” Tandasnya.

Selain pemberian Vitamin, ia juga mengharapkan pemerintah menormalkan semua kegiatan sosial, kegiatan ekonomi dan pendidikan ditengah masyarakat. Hal ini untuk menjaga kondisi psikologis masyarakat yang hari-hari ini semakin stress dan panik.

“Yang membuat masyarakat tambah stress karena aktifitas ekonomi mereka terhenti, aktifitas sosial dan pendidikan juga terhenti. Karena itu, semua ini harus di normalkan dulu dan pemerintah bisa tetap menjamin standard protokol covid-19 berjalan. Untuk dananya, ya priotaskan yang ini dulu jangan yang lain,” Tandasnya.

Menanggapi disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular yang didalamnya ada pemberlakukan denda 500 ribu untuk warga yang tidak menggunakan masker, Ibnu Kholil menjawab singkat, kebijakan tersebut tidak akan berjalan cukup efektif karena psikologis kondisi masyarakat saat ini sudah jenuh bahkan banyak yang tidak percaya lagi dengan Covid-19 berserta dampaknya.

Berita Terkait:

Jay: Perda Denda 500 Ribu Lolos, Karena DPRD NTB Kehilangan Nalar Kritis

Siap – Siap! Tidak Gunakan Masker di NTB, Kena Denda 500 Ribu.

Najam ; Denda 500 Ribu Tidak Gunakan Masker Juga Berlaku Di Daerah Lain.

“Saya tidak yakin perda akan bisa dijalankan, solusinya yang pas menurut saya ya itu, tingkatkan imunitas masyarakat, kurangi stress mereka menghadapi kehidupannya yang semakin sulit” Pungkasnya. []

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button