HeadlineKampusMataramPendidikan

Pemilu Mahasiswa UNRAM Memanas, KPRM Dianggap Berpolitik Busuk

MATARAM, QOLAMA.COM | Dikeluarkannya berita acara terkait tidak lolosnya dua pasangan bakal calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa dan Wakil/Sekjend BEM  Universitas Mataram oleh Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) pada, Sabtu, (21/11/2020) membuat Pemilu Raya Mahasiswa (PEMIRA) Universitas Mataram memanas.

Irfan Maulana, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Roman-Erwin yang dinyatakan tidak lolos verifikasi menyatakan, tidak lolosnya calon mengindikasikan PEMIRA UNRAM saat ini berlangsung penuh kecurangan, penuh arogansi dan mencederai demokratisasi di kampus.

“Sikap KPRM yang hanya meluluskan satu pasangan calon dan pasangan calon lainnya tidak diluluskan jelas adalah bentuk arogansimes yang harus dilawan, ini curang dan tidak menghargai demokrasi di kampus.” Tegasnya pada Qolama Ahad, (22/11/2020) di Mataram.

Baca Juga :

Kiyai Ma’ruf Amin Ajak Mahasiswa Perangi Radikalisme Mulai Dari Kampus.

Dies Natalis V UNU NTB, Pijakan Pertama Jadi Kampus Terbaik

UIN Mataram Diminta Jadi Terdepan Bangun Kerukunan Umat Beragama di NTB.

Diceritakan Irfan, Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) pada tanggal 19-20 November lalu telah melakukan verifikasi dan menyatakan berkas telah lengkap untuk ketiga pasangan calon yang mendaftar yakni Pasangan Wahyu – Galuh utusan dari Fatepa dan Hub. Intenasional, Roman-Erwin utusan dari Pertanian dan Hukum, serta Yusril dan Anggun pasangan dari Fak. Ekonomi Bisnis dan Tekhnik.

“Pasangan Roman-Erwin dan Yusril-Anggun tidak mereka loloskan tanpa alasan yang jelas” Kata Irfan.

Padahal lanjutnya, Ketua KPRM sebelumnya telah menyatakan berkas ketiga bakal calon tersebut lengkap. Bahkan para timses sudah menyebarkan pamflet ucapan selamat atas lolos verifikasinya calon mereka.

“Tiba-tiba KPRM mengeluarkan berita acara yang hanya meluluskan satu pasangan calon yang tentu menjadi pertanyaan kita semua, kok meluluskan calon dengan sembunyi-sembunyi, tanpa pemberitahuan atau diskusi dengan timses ataupun bakal calon terlebih dahulu.” Ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh aktifis dan mahasiswa UNRAM agar menolak berita acara bahkan jika perlu melakukan Boikot Pemira UNRAM. Sebab, berita acara yang dikeluarkan KPRM jelas-jelas sikap yang tidak demokratis, busuk karena menggunakan cara-cara licik dan otoriter, serta sangat tidak layak dilakukan mahasiswa sekelas Universitas Mataram.

Berita Terkait :

Ratusan Mahasiswa Poltekpar Lombok Sukses Laksanakan Wisuda Secara Online.

Mahasiswa NTB Ini Bikin Sabun Cuci Piring Dari Limbah Kulit Udang

Tak Mendapat Keringanan UKT, Mahasiswa Pascasarjana UIN Mataram Protes

“Saya katakan dengan tegas bahwa ada permainan politik kotor KPRM yang harus dilawan secara Bersama-sama, jangan biarkan demokrasi kampus di cederai oleh mahasiswanya sendiri, apalagi Universitas Mataram sebagai kiblat Perguruan Tinggi di Nusa Tenggara Barat.” Pungkasnya.

Sampai berita ini ditulis, Qolama telah berupaya mengkonfirmasi ke Syafwan Ketua KPRM PEMIRA Universitas Mataram, namun tidak ada jawaban.[]

Selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Cek juga
Close
Back to top button